Transformasi digital membuat perusahaan menghubungkan semakin banyak perangkat, mulai dari WiFi 7 access point, kamera AI, hingga perangkat IoT yang membutuhkan bandwidth dan power lebih besar. Karena itu, switch jaringan enterprise menjadi komponen penting untuk memastikan konektivitas tetap optimal seiring meningkatnya kebutuhan jaringan.
Namun, jaringan modern tidak hanya membutuhkan kecepatan tinggi, tetapi juga skalabilitas, keamanan, dan kemudahan pengelolaan. Infrastruktur switch yang tepat membantu perusahaan menyederhanakan deployment perangkat, mengoptimalkan kapasitas jaringan, dan mempersiapkan infrastruktur yang mampu mendukung kebutuhan bisnis yang terus berkembang.
.
.Key Takeaways:
• HPE Networking Comware Switch Series 5600 HI menggabungkan konektivitas multi gigabit hingga 10G, 90W PoE8, IDR, DRNI, MACses AES-256, serta kemampuan network management untuk berbagai kebutuhan enterprise.
.
Kenapa Perusahaan Modern Semakin Butuh Switch Jaringan Grade Enterprise?
Infrastruktur jaringan enterprise saat ini menghadapi kebutuhan yang jauh berbeda dibandingkan beberapa tahun lalu. Jumlah perangkat yang terhubung terus bertambah, sementara aplikasi seperti AI, video analytics, cloud, IoT, virtual desktop infrastructure, dan WiFi generasi baru membutuhkan kapasitas jaringan yang lebih tinggi dan konektivitas yang lebih konsisten.
Gartner mencatat bahwa cloud, SaaS, dan remote workers menjadi sumber utama traffic data enterprise, sementara AI dan otomatisasi juga mendorong perubahan terhadap bagaimana jaringan enterprise dirancang dan dikelola. Perubahan tersebut juga terlihat pada perkembangan wireless enterprise.
IDC melaporkan bahwa pasar enterprise WLAN global mencapai US$2,9 miliar pada kuartal IV 2025, tumbuh 13,9 persen year over year, dengan WiFi 7 menyumbang 39,7 persen revenue pada segmen access point yang diteliti, meningkat dari 10,25 persen dibandingkan setahun sebelumnya. Artinya, peningkatan kemampuan wireless juga perlu diimbangi oleh access network berkabel yang mampu menyediakan bandwidth dan power yang memadai.
.
WiFi Access Point Butuh Bandwidth Lebih
Perusahaan kini menggunakan WiFi untuk berbagai kebutuhan, mulai dari video conference, cloud applications, collaboration platforms, mobile devices, IoT, hingga aplikasi berbasis AI. Adopsi WiFi 6E dan WiFi 7 semakin meningkatkan kebutuhan bandwidth pada sisi wired access network. Jika access point mampu memberikan throughput tinggi tetapi koneksi Ethernet yang menghubungkannya masih terbatas, port jaringan dapat menjadi bottleneck.
Karena itu, enterprise perlu mempertimbangkan switch dengan konektivitas multigigabit, sehingga kecepatan port dapat disesuaikan dengan kemampuan access point dan kebutuhan perangkat yang terhubung.
.
AI & Kamera Hi-Res Menghasilkan Traffic Semakin Tinggi
AI tidak hanya berjalan di data center karena semakin banyak workload AI yang berada di edge, termasuk kamera dengan AI-based analytics, computer vision, object detection, dan real-time monitoring.
Kamera beresolusi tinggi juga menghasilkan volume data yang lebih besar dibandingkan perangkat kamera konvensional. Ketika jumlah kamera meningkat, network access layer perlu memiliki kapasitas memadai untuk membawa traffic tersebut tanpa menciptakan bottleneck.
Dalam konteks edge, pendekatan ini menjadi semakin relevan. Data dari kamera, sensor, dan perangkat IoT dapat digunakan bersama AI untuk menghasilkan insight secara lebih cepat.
.
Semakin Banyak Perangkat untuk PoE Power yang Tinggi
Pertumbuhan jumlah connected devices juga meningkatkan kebutuhan power di access layer. Access point berperforma tinggi, AI camera, PTZ camera, smart display, digital signage, IoT gateway, hingga perangkat tertentu untuk VDI dapat membutuhkan daya yang lebih besar. Ketika perangkat tersebut dipasang di berbagai area gedung atau campus, penyediaan power outlet tambahan dapat menjadi tantangan tersendiri.
IEEE 802.3bt memperluas kemampuan Power over Ethernet dengan memanfaatkan keempat pair pada kabel Ethernet untuk meningkatkan kemampuan penyediaan daya. Pendekatan ini memungkinkan Ethernet tidak hanya membawa data, tetapi juga menyediakan power untuk perangkat yang kompatibel.
.
Power Outlet Deployment Complexity
Menambahkan perangkat jaringan di lokasi yang tidak memiliki power outlet yang memadai dapat meningkatkan kompleksitas deployment. Bayangkan sebuah enterprise campus yang membutuhkan tambahan access point, kamera, smart display, dan IoT gateway di berbagai area. Jika setiap perangkat membutuhkan koneksi data dan sumber listrik terpisah, deployment dapat membutuhkan lebih banyak kabel, power outlet, dan pekerjaan instalasi.
Dengan PoE, power dan network connectivity dapat dikirim melalui satu koneksi Ethernet untuk perangkat yang kompatibel. Konsep ini membantu menyederhanakan deployment dan mengurangi ketergantungan pada separate power connection di setiap endpoint.
Namun, enterprise tetap perlu memperhatikan budget untuk power PoE, kebutuhan daya masing-masing perangkat, jenis kabel, serta desain jaringan secara keseluruhan agar deployment tetap optimal.
.
Solusi Switch Jaringan Grade Enterprise untuk Menghubungkan Banyak Perangkat
Switch pada access layer menjadi titik penting yang menghubungkan berbagai endpoint dengan jaringan enterprise. Karena itu, pemilihannya tidak cukup hanya berdasarkan jumlah port atau kecepatan maksimal. Enterprise perlu melihat kombinasi beberapa faktor, mulai dari bandwidth, PoE capability, scalability, resiliency, security, hingga network management.
HPE Networking Comware Switch Series 5600 HI menjadi solusi yang dapat memenuhi kebutuhan tersebut, dirancang untuk access layer pada medium dan large enterprise campus networks.
Series ini menawarkan pilihan 24 atau 48 port multigigabit, dengan opsi 1G, 2.5G, 5G, dan 10G serta PoE8. Model 48-port juga menyediakan empat QSFP+ ports dan satu expansion slot. Kapasitas switching–nya mencapai hingga 1.440 Gbps dengan packet forwarding hingga 600 Mpps, tergantung model.
.
.
Fitur HPE Networking Comware Switch Series 5600 HI
1. Multi-Gigabit Connectivity
HPE 5600 HI mendukung pilihan konektivitas 1G / 2.5G / 5G / 10G Ethernet pada port multigigabit. Fleksibilitas ini memungkinkan enterprise menyesuaikan konektivitas berdasarkan kebutuhan perangkat, mulai dari access points WiFi 6E dan WiFi 7, AI edge devices, high-density WiFi, smart building devices, video analytics, hingga high-bandwidth endpoints.
Dengan pendekatan ini, perusahaan tidak harus menggunakan satu kecepatan port untuk seluruh perangkat. Infrastruktur dapat disesuaikan berdasarkan workload dan kebutuhan bandwidth masing-masing endpoint.
2. Up to 90W PoE8
HPE 5600 HI menyediakan hingga 90W PoE8 per port, sehingga dapat mendukung berbagai perangkat yang membutuhkan power lebih tinggi. Use case yang relevan seperti WiFi 6E dan WiFi 7 access points, AI camera, PTX cameras, smart display, digital signage, IoT gateways, VDI dan thin client deployments.
Hal ini memungkinkan enterprise mengintegrasikan kebutuhan data dan power pada access layer tanpa harus selalu menyediakan koneksi listrik terpisah untuk setiap perangkat.
3. Power + Data Through One Cable
Untuk perangkat yang kompatibel, satu koneksi Ethernet dapat membawa network connectivity sekaligus power. Dari perspektif deployment, pendekatan ini dapat membantu menyederhanakan pemasangan endpoint di area seperti ceiling, meeting room, lobby, retail area, production floor, atau lokasi lain yang memiliki keterbatasan power outlet.
Namun, PoE bukan sekadar persoalan “berapa watt per port“. Perencanaan total power budget switch tetap penting ketika banyak perangkat PoE digunakan secara bersamaan.
4. Scalability dengan IRF
Ketika jumlah perangkat meningkat, enterprise juga membutuhkan cara untuk melakukan scaling tanpa menambah kompleksitas arsitektur jaringan.
HPE 5600 HI menggunakan Intelligent Resilient Fabric atau IRF, yang memungkinkan hingga sembilan physical switches beroperasi sebagai satu logical device. Pendekatan ini dapat membantu menyederhanakan pengelolaan dan scaling access network.
5. Network Resiliency dengan DRNI dan Redundant Power
Konektivitas yang cepat tetap perlu didukung availability yang baik, terutama untuk environment yang menjalankan aplikasi dan layanan business-critical.
HPE 5600 HI mendukung DRNI, sehingga beberapa physical switches bekerja dalam skenario distributed relay untuk meningkatkan resiliency, aggregate bandwidth, dan availability. Switch juga menyediakan dual redundant hot-swappable power supplies pada model yang mendukungnya. Dengan begitu, desain access network tidak hanya berorientasi pada performa, tetapi juga mempertimbangkan kontinuitas operasional.
6. Network Security dengan MACsec AES-256 dan AAA
Semakin banyak endpoint yang terhubung berarti semakin besar pula kebutuhan untuk mengamankan access network.
HPE 5600 HI mendukung hardware-based MACsec AES-256 serta AAA authentication, termasuk RADIUS authentication, untuk membantu meningkatkan security pada koneksi jaringan. Hal ini relevan bagi enterprise yang perlu mempertimbangkan security sejak access layer, bukan hanya mengandalkan security controls di perimeter jaringan.
7. Network Management & Visibility
Pengelolaan jaringan dengan jumlah switch dan endpoint yang terus bertambah dapat meningkatkan kompleksitas jika seluruh perangkat harus dikonfigurasi dan dipantau secara manual.
HPE 5600 HI menyediakan Smart Management Center atau SmartMC untuk centralized network management. Series ini juga mendukung HPE Intelligent Management Center atau IMC serta Intelligent Network Quality Analyzer atau iNQA untuk meningkatkan visibilitas terhadap kondisi dan performa jaringan. Dengan visibilitas lebih baik, tim IT dapat lebih mudah mengidentifikasi kondisi jaringan, memantau performa, dan mengelola infrastruktur secara lebih efisien.
.
Baca Juga: HPE Networking CW 2050 dan CW 2150, Mana yang Cocok untuk SMB?
.
Dapat Menjawab Kebutuhan Berbagai Industri
Kebutuhan switch enterprise tidak hanya terbatas pada satu industri. Selama organisasi memiliki banyak endpoint, high-bandwidth applications, atau pernangkat yang membutuhkan PoE, maka access layer menjadi bagian penting dari strategi infrastruktur.
Perkantoran atau Kampus Modern
Perkantoran dan enterprise campus modern dapat memiliki kombinasi access points, employee devices, meeting room systems, IP cameras, smart displays, dan IoT devices.
HPE 5600 HI menyediakan multigigabit connectivity untuk high-performance endpoints sekaligus PoE8 untuk perangkat yang kompatibel. Dengan pilihan 1G hingga 10G, perusahaan dapat menyesuaikan kapasitas access network seiring bertambahnya perangkat dan kebutuhan bandwidth. Dengan begitu enterprise meningkatkan kapasitas access network tanpa harus menggunakan desain port yang seragam untuk seluruh perangkat.
.
Smart Building
Smart building menghubungkan berbagai perangkat seperti camera, smart display, IoT gateway, access point, sensor, dan building management devices. Semakin banyak perangkat yang terhubung, semakin penting desain jaringan yang mampu menangani data sekaligus power secara efisien.
Dengan hingga 90W PoE8, HPE 5600 HI dapat mendukung perangkat kompatibel melalui koneksi Ethernet yang sama untuk data dan power. Hal ini memungkinkan deployment lebih sederhana dan kebutuhan separate power connection dapat dikurangi.
.
Kamera AI & Video Analytics
Ritel, manufaktur, transportasi, dan commercial building semakin memanfaatkan kamera beresolusi tinggi untuk monitoring dan AI-based video analytics. Kamera tersebut dapat menghasilkan traffic lebih besar, terutama ketika jumlah perangkat bertambah dan data perlu dikirim untuk processing atau analytics.
HPE 5600 HI menawarkan multigigabit connectivity untuk mendukung data-intensive devices serta high-power PoE untuk perangkat kamera yang kompatibel. Dengan begitu access network lebih siap menghadapi pertumbuhan video traffic dan jumlah connected cameras.
.
High-Density WiFi
Campus, hotel, kantor, rumah sakit, dan institusi pendidikan membutuhkan konektivitas wireless untuk semakin banyak pengguna dan perangkat. Adopsi WiFi 7 juga semakin cepat. Karena itu, wireless upgrade perlu diikuti dengan kesiapan wired access layer.
HPE 5600 HI menyediakan konektivitas 1G/2.5G/5G/10G untuk membantu mengurangi potensi uplink bottleneck pada high-performance access points, sekaligus menyediakan PoE8 untuk perangkat yang kompatibel. Dengan begitu, enterprise dapat lebih optimal memanfaatkan investasi pada next-generation wireless infrastructure.
.
VDI
Virtual Desktop Infrastructure dan thin client environment membuat jaringan menjadi komponen penting dalam pengalaman pengguna. Ketika banyak endpoint mengakses aplikasi dan desktop secara terpusat, jaringan perlu menyediakan konektivitas yang konsisten dan scalable.
HPE 5600 HI menggabungkan high-density connectivity dengan hingga 90W PoE8, yang dapat mendukung berbagai skenario endpoint dan VDI deployment. HPE mencantumkan VDI sebagai salah satu use case untuk kemampuan 90W PoE8 pada series ini. Kemampuan ini membantu enterprise membangun access network yang lebih scalable untuk modern workplace environment.
.
Baca Juga: Apa itu Virtual Desktop Infrastructure dan 5 Manfaatnya untuk Bisnis
.
Dapatkan Solusi Switch Jaringan Enterprise Hanya di Helios
Ketika jumlah perangkat, kebutuhan bandwidth, dan penggunaan AI hingga IoT terus berkembang, switch jaringan bukan sekadar penghubung antarperangkat. HPE Networking Comware Series 5600 HI membantu enterprise membangun access network yang lebih scalable, resilient, dan siap menghadapi kebutuhan bisnis di era digital.
Helios, bagian dari CTI Group, merupakan authorized partner HPE Networking yang siap membantu enterprise membangun access network yang scalable dan resilient. Konsultasikan kebuhan network infrastructure Anda dengan menghubungi tim Helios.












