Kenali Cyber Attack dan Potensi Merusaknya

Kenali Cyber Attack dan Potensi Merusaknya

Di era  teknologi saat ini, internet digunakan sebagai alat komunikasi yang memiliki fungsi menghubungkan antara satu media elektronik dengan media elektronik lainnya. Tidak dapat dipungkiri kehadiran internet memiliki dampak positif dan sangat membantu dalam memudahkan suatu pekerjaan. Tetapi, internet juga bisa memiliki dampak yang negatif. Salah satu dampak negatif dari internet adalah munculnya cyber attack yang kian marak terjadi di dunia termasuk Indonesia.

Cyber attack merupakan serangan yang direncanakan oleh Hacker atau peretas untuk menyerang sistem komputer perseorangan, perusahaan, atau instansi lainnya yang dilakukan untuk mendapatkan suatu kesenangan atau keuntungan. Cyber attack sering kali terjadi pada perusahaan dikarenakan para pelaku cyber attack dapat memperoleh keuntungan yang lebih besar. Cyber attack merupakan suatu ancaman kejahatan atau bahaya yang besar bagi setiap perusahaan, dikarenakan cyber attack dapat menyebabkan kerugian bagi perusahaan. Berbagai aksi cyber attack yang dapat terjadi pada perusahaan yaitu, merusak data perusahaan, mencuri data perusahaan, merusak software dan sistem komputer, serta pencurian secara finansial pada perusahaan.


Jenis-jenis cyber attack yang perlu diketahui dan paling sering dialami oleh berbagai perusahaan, antara lain :

  1. Malware.
    Merupakan kode yang dibuat dan berfungsi untuk secara diam-diam memengaruhi sistem komputer yang disusupi tanpa persetujuan pengguna dengan kadar bahaya yang cukup tinggi dan dapat dengan cepat merusak apa saja.
  2. Ransomware.
    Cara kerja ransomware adalah dengan memasuki jaringan komputer dan mengenkripsi file, artinya tidak memiliki akses apa pun untuk menuju ke sana. Tujuan penjahat adalah mendapatkan cukup banyak orang untuk membayar biaya tebusan agar mendapatkan kembali data Anda.
  3. Phishing.
    Phishing berhubungan dengan pencurian data. Biasanya, data-data yang dicuri adalah data yang penting. Seperti, pin, password, hingga username.
  4. SQL Injection.
    Merupakan praktik yang dilakukan oleh hacker secara manual. Jenis serangan ini menggunakan kode jahat untuk memanipulasi database backend untuk mengakses informasi yang tidak dimaksudkan untuk ditampilkan. Selain itu, SQLI bertujuan untuk melemahkan sistem yang ada.
  5. Denial of Service (DDoS)
    Merupakan jenis serangan cyber yang melumpuhkan website yang bertujuan untuk mematikan jaringan atau layanan, menyebabkannya tidak dapat diakses oleh pengguna yang dituju. Serangan tersebut dilakukan oleh hacker hingga website tersebut menjadi lumpuh total.
  6. Botnet
    Pada umumnya botnet digunakan untuk serangan Distributed Denial of Service (DDoS)—membanjiri situs web yang ditargetkan dengan lalu lintas palsu dengan tujuan tak bisa diakses, bahkan bisa membuat peladen (server) lumpuh. DDoS sering memakai botnet dikarenakan dapat digunakan sewaktu-waktu untuk melakukan akses ke satu situs secara terkoordinasi dan bersamaan. Cara kerja botnet sebelumnya telah menginfeksi perangkat-perangkat yang ditargetkan oleh peretas. Mereka pun telah dirancang oleh peretas untuk melakukan kerangka kerja tertentu sesuai dengan keinginan dari cyber attack.


Ancaman cyber attack tidak bisa dibiarkan begitu saja, sebuah perusahaan diharuskan untuk mempertahankan dan mengamankan jaringan dengan tepat, dikarenakan cyber attack memiliki banyak pilihan saat memilih serangan untuk berkompromi dan mengganggu sistem informasi pada perusahaan. Beberapa cara untuk mencegah aksi cyber attack adalah dengan, mempertahankan basis data antivirus yang diperbarui, mempertahankan kata sandi dengan kuat, update rutin, memasang SSL, menggunakan password yang unik, waspada ketika  membuka email.dan gunakan model lingkungan IT yang tepat untuk dapat terlindung dari serangan cyber.

Dalam menghadapi tantangan dan permasalah, tersebut, tim Helios siap membantu untuk Anda. Segera hubungi kami melalui halaman kontak atau hubungi representatif Helios di info@helios.id