Baru-baru ini, Jepang kembali diguncang gempa besar yang mengguncang berbagai wilayah dan menyebabkan kerusakan signifikan terhadap infrastruktur fisik dan layanan publik. Namun, di balik kehancuran yang terlihat secara fisik, ada dampak digital yang kerap terlupakan — hilangnya data penting, sistem IT yang lumpuh, dan terhentinya layanan bisnis.
Bagi banyak perusahaan, kejadian seperti ini menjadi pengingat:
Apakah bisnis Anda memiliki strategi disaster recovery yang benar-benar siap menghadapi bencana?
Di era digital saat ini, data adalah aset paling berharga. Dan kehilangan data akibat gempa bumi, banjir, atau serangan ransomware bisa membawa konsekuensi bisnis yang fatal. Di sinilah pentingnya solusi disaster recovery, solusi yang tidak hanya memulihkan data, tapi juga memastikan operasional bisnis tetap berjalan meski di tengah bencana.
Apa itu Disaster Recovery?
Disaster recovery (DR) adalah strategi dan proses yang dirancang untuk memulihkan sistem IT, data, dan infrastruktur bisnis setelah terjadi gangguan besar, seperti bencana alam (gempa bumi, banjir), serangan siber (ransomware), maupun kegagalan sistem internal.
Tujuan utama dari disaster recovery adalah memastikan bahwa operasional bisnis dapat kembali berjalan sesegera mungkin dengan kerugian data (data loss) seminimal mungkin. DR biasanya mencakup backup data, replikasi sistem ke lokasi cadangan (offsite), hingga otomatisasi pemulihan sistem (failover) ke lingkungan alternatif.
Berbeda dari sekadar backup, disaster recovery berfokus pada waktu pemulihan (Recovery Time Objective/RTO) dan batas toleransi kehilangan data (Recovery Point Objective/RPO). Semakin rendah RTO dan RPO, semakin cepat dan minim kehilangan data saat pemulihan dilakukan.
Apa Saja Tantangan Industri Saat Terjadi Bencana: Bukan Sekadar Downtime
Setiap sektor industri — mulai dari manufaktur, keuangan, kesehatan, hingga transportasi — sangat bergantung pada sistem digital untuk menjalankan operasional sehari-hari. Ketika terjadi bencana seperti gempa bumi Jepang dan Rusia:
- Sistem IT bisa rusak, server down, dan akses ke data kritikal terputus.
- Proses bisnis terganggu dan berdampak langsung pada pelayanan pelanggan.
- Perusahaan bisa kehilangan reputasi, kontrak, hingga miliaran rupiah karena downtime.
- Tanpa strategi DR yang matang, proses pemulihan bisa memakan waktu berhari-hari.
Bayangkan jika rumah sakit tidak bisa mengakses data pasien, atau perusahaan logistik kehilangan data pengiriman penting. Risiko ini sangat nyata — dan bisa terjadi kapan saja. Maka dari itu, perusahaan perlu solusi DR modern seperti HPE Zerto bahkan memungkinkan pemulihan dalam hitungan menit dan replikasi data secara real-time, menjadikannya solusi kritikal bagi bisnis yang tidak boleh mengalami downtime, seperti sektor keuangan, kesehatan, manufaktur, dan e-commerce.
HPE Zerto: Solusi Disaster Recovery Cerdas untuk Lindungi Data Anda Saat Terjadi Bencana Tak Terduga
Zerto adalah solusi disaster recovery modern dari Hewlett Packard Enterprise (HPE) yang dirancang untuk memberikan perlindungan data berkelanjutan (Continuous Data Protection/CDP) dan kemampuan pemulihan real-time secara otomatis. Dengan pendekatan yang jauh lebih maju dibanding backup tradisional, Zerto memastikan bahwa setiap perubahan data yang terjadi direplikasi secara instan ke site cadangan, sehingga risiko kehilangan data (data loss) bisa ditekan hingga mendekati nol, bahkan dalam skenario bencana sekalipun.
Keunggulan Zerto tidak hanya terletak pada kecepatan dan keandalannya, tetapi juga pada kemudahan pengelolaan dan fleksibilitas infrastruktur. Solusi ini bekerja optimal di lingkungan virtualisasi VMware, namun tetap hardware-agnostic dan kompatibel untuk digunakan di lingkungan hybrid cloud atau multi-cloud.
Selain itu, arsitektur berbasis AI yang disematkan dalam Zerto mampu mendeteksi anomali, termasuk potensi serangan ransomware, serta melakukan pemulihan berbasis journal log hingga 30 hari ke belakang.
Zerto juga menghadirkan fitur orchestrated disaster recovery yang memungkinkan proses failover dilakukan hanya dengan satu klik. Sistem akan secara otomatis melakukan reboot VM, menyesuaikan IP address, serta mengatur urutan aplikasi dan jaringan tanpa perlu intervensi manual.
Tidak hanya itu, perusahaan juga dapat melakukan non-disruptive testing kapan saja tanpa mengganggu sistem produksi—mendukung proses audit, compliance, dan kesiapan tim internal dalam menghadapi skenario bencana.
Bagaimana Cara Kerja HPE Zerto dalam Memproteksi Data Penting Anda?
1. Continuous Data Protection (CDP)
Data Anda direplikasi secara real-time ke lokasi cadangan — bukan hanya backup harian. Setiap perubahan disalin dalam hitungan detik, memastikan data tetap aman bahkan ketika bencana datang tiba-tiba.
2. Journal-Based Recovery
Zerto menyimpan journal selama hingga 30 hari, memungkinkan Anda untuk mengembalikan sistem ke titik waktu manapun sebelum insiden — bahkan hanya 5 menit sebelumnya.
3. Virtual Protection Groups (VPG)
Kelompokkan VM yang saling berkaitan (seperti aplikasi dan database) agar failover berjalan otomatis dan serempak.
4. Orchestration & Automation
Jalankan disaster recovery hanya dengan 1 klik. Zerto akan mengatur ulang VM, IP address, jaringan, dan urutan sistem sesuai kebutuhan.
5. Non-Disruptive Testing
Uji coba strategi DR Anda kapan saja tanpa mengganggu sistem produksi — cocok untuk audit, compliance, atau pelatihan internal.
6. Monitoring Real-Time
Pantau status replikasi, RPO, dan kesiapan sistem langsung dari dashboard Zerto.
Manfaat Nyata dari Zerto di Situasi Krisis Seperti Gempa Jepang
Ketika waktu adalah segalanya, Zerto memberikan performa yang terbukti untuk mencegah kerugian:
- RPO < 15 Detik
Risiko data loss sangat minimal karena setiap perubahan direplikasi secara instan.
- RTO dalam Hitungan Menit
Sistem operasional kembali berjalan tanpa perlu restore manual. Proses failover otomatis dan cepat.
- Otomatisasi Total
Tidak perlu tim ahli DR untuk melakukan pemulihan. Zerto bekerja dengan cepat dan presisi hanya dengan 1 klik.
- Fleksibel dan HW-Agnostic
Bisa diimplementasikan di data center on-premise, hybrid cloud, maupun multi-cloud environment.
Mengapa Perusahaan Anda Membutuhkan Disaster Recovery Sekarang Juga?
Disaster recovery bukanlah solusi setelah bencana, tetapi harus menjadi strategi yang sudah berjalan sebelum bencana datang. Gempa Jepang hanyalah satu contoh dari banyak risiko — baik yang bersifat alami maupun digital.
Tanpa strategi DR yang andal, bisnis menghadapi ancaman:
- Kehilangan data penting pelanggan, transaksi, dan laporan keuangan.
- Kerugian finansial dari downtime berkepanjangan.
- Potensi tuntutan hukum dan hilangnya kepercayaan pelanggan.
- Gangguan pada rantai pasok dan sistem ERP/CRM yang krusial.
Baca Juga: Begini Cara Jitu Deteksi Ransomware dan Lindungi Data Bisnis!
Dapatkan Perlindungan Data Anda Saat Terjadi Bencana dengan HPE Zerto di Helios
Helios Informatika Nusantara (HIN), bagian dari CTI Group, merupakan mitra resmi HPE Zerto di Indonesia yang siap membantu perusahaan Anda dalam membangun strategi disaster recovery (DR) yang kuat, otomatis, dan skalabel. Dengan pengalaman mendalam di dunia IT dan dukungan tim bersertifikasi, Helios menghadirkan solusi yang dirancang khusus (tailored) sesuai kebutuhan bisnis Anda—baik di lingkungan on-premise, hybrid cloud, maupun multi-cloud.
Melalui implementasi Zerto 10, Helios menawarkan layanan lengkap mulai dari konsultasi gratis untuk perencanaan DR dan proteksi data, simulasi dan uji coba sistem tanpa mengganggu operasional, hingga pemantauan dan dukungan teknis secara lokal.
Ingin tahu bagaimana Zerto dapat melindungi bisnis Anda dari ancaman gempa, bencana alam, hingga serangan siber? Hubungi tim Helios hari ini untuk mendapatkan demo langsung dan solusi terbaik bagi keberlangsungan bisnis Anda.











