Infrastruktur IT kini menjadi motor penggerak utama operasional bisnis di seluruh sektor industri modern. Mulai dari komunikasi internal hingga pengelolaan transaksi real-time, ketersediaan data secara konstan menjadi kunci utama untuk menjaga efisiensi kerja dan kepercayaan pelanggan. Namun, ketergantungan ini juga meningkatkan risiko downtime akibat serangan siber, kegagalan sistem, hingga bencana yang dapat menghentikan akses terhadap data penting dalam hitungan menit.
Ancaman tersebut bukan lagi sekadar kemungkinan. IBM Cost of a Data Breach Report 2024 mencatat bahwa biaya rata-rata pelanggaran data global telah mencapai USD 4,88 juta, meningkat 10 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sebanyak 70 persen organisasi yang mengalami insiden melaporkan gangguan operasional yang signifikan, di mana arsitektur IT makin kompleks dan terfragmentasi di berbagai kantor cabang, pusat, hingga lingkungan hybrid dan multi-cloud yang memperumit proses pemulihan.
Di tengah kompleksitas ini, pendekatan backup tradisional yang hanya berjalan secara berkala tidak lagi cukup untuk melindungi bisnis dari kehilangan data yang terjadi. Karena itulah Continuous Data Protection (CDP) menjadi fondasi penting dalam strategi cyber resilience modern, berkat kemampuannya mereplikasi setiap perubahan data secara konstan dan memulihkannya secara instan dalam hitungan detik.
.
Bagaimana Tantangan yang Dihadapi Bisnis Terkait Proteksi Data?

Bisnis di era modern dituntut untuk memiliki strategi dalam menghadapi berbagai tantangan terkait proteksi data. Berikut empat tantangan utama untuk memproteksi data bisnis.
Biaya Tinggi dan Potensi Downtime
Industri ritel dan distribusi saat ini sangat bergantung pada sistem real-time seperti POS (Point of Sales), ERP, dan manajemen inventaris, sehingga gangguan operasional atau downtime sekecil apa pun akan langsung menghentikan transaksi, melumpuhkan rantai pasok, dan menyebabkan kerugian finansial yang instan. Ketika sistem utama mati, toko tidak bisa melayani pembayaran dan gudang tidak dapat memproses pengiriman barang, sehingga pendapatan, reputasi bisnis, produktivitas karyawan, dan kepercayaan pelanggan menurun, biaya pemulihan mahal.
Ancaman Ransomware yang Menyasar Supply Chain
Sektor retail dan logistik kini menjadi target utama serangan siber karena mengelola volume data transaksi, informasi keuangan, dan data pribadi pelanggan yang sangat besar. Ketika terkena serangan ransomware yang mengunci data-data krusial tersebut, metode backup tradisional tidak efisien karena terlambat memulihkan. Dalam banyak kasus, perusahaan menghadapi pilihan sulit antara membayar tebusan mahal atau menerima konsekuensi operasional bisnis lumpuh selama berhari-hari.
Kompleksitas Arsitektur IT
Upaya transformasi digital mendorong banyak perusahaan ritel dan distribusi yang mengadopsi arsitektur IT yang rumit dengan menggabungkan server on-premises, platform cloud, dan edge computing. Kompleksitas ini menciptakan tantangan besar bagi tim IT dalam mengelola, mengamankan, serta memindahkan workload antar-platform tanpa risiko kehilangan data atau terjebak dalam vendor lock-in. Organisasi butuh solusi yang dapat memberikan perlindungan dan visibilitas menyeluruh tanpa menambah beban operasional.
Ekspektasi Pengalaman Omnichannel
Pelanggan menuntut pengalaman belanja omnichannel yang konsisten saat transaksi online dan offline. Hal ini menuntut sinkronisasi data inventaris, transaksi, hingga logistik secara real-time antara gudang pusat, distributor, dan toko fisik. Ketika terjadi gangguan, metode backup tradisional berisiko membuat perusahaan kehilangan data transaksi penting yang berdampak langsung pada akurasi stok, pengiriman, dan kepuasan pelanggan. Dalam konteks bisnis modern, kehilangan data beberapa jam dapat memicu konsekuensi operasional besar hingga mengacaukan seluruh supply chain.
.Baca Juga: 7 Cara Mengatasi Kebocoran Data Pribadi dengan Strategi Efektif dan Aman
.
Mengapa Solusi Ketahanan Siber Modern Seperti Continuous Data Protection Sangat Dibutuhkan?

Perubahan lanskap ancaman siber dan meningkatnya ketergantungan bisnis terhadap data membuat strategi backup tradisional semakin sulit memenuhi kebutuhan operasional modern. Era di mana bisnis beroperasi 24 jam sehari, model backup tradisional yang mengandalkan replikasi harian atau per jam sudah tidak dapat melindungi aset data berharga dan tidak siap menghadapi serangan ransomware yang dapat terjadi kapan saja.
Continuous data protection (CDP) hadir sebagai solusi atas kerentanan tersebut. Dengan kemampuan merekam dan mereplikasi setiap perubahan data secara otomatis dan berkelanjutan ke infrastruktur yang aman, CDP mengeliminasi celah kerugian data (backup window).
Saat terjadi insiden, perusahaan memiliki kemampuan untuk memulihkan sistem ke titik all yang sangat spesifik sebelum terjadi insiden. Pendekatan ini tidak hanya meminimalkan RPO dan RTO hingga mendekati nol, tetapi juga memberikan cyber resilience dengan fleksibilitas pemulihan di lingkungan hybrid dan multi-cloud yang secara signifikan mengurangi kehilangan data, mempercepat proses recovery, dan menjaga kelangsungan operasional bisnis.
HPE Zerto menghadirkan solusi continuous data protection (CDP) yang dapat memastikan bisnis mempertahankan kontinuitas operasional, meningkatkan kesiapan menghadapi serangan siber, dan meminimalkan risiko finansial yang timbul akibat downtime.
.
Solusi Continuous Data Protection dari HPE Zerto
HPE Zerto merupakan solusi cyber resilience dan disaster recovery berbasis continuous data protection yang dirancang untuk membantu organisasi melindungi data kritis, mempercepat pemulihan, dan memastikan keberlangsungan operasional di tengah ancaman siber modern.
Menurunkan Data Loss dan Downtime Secara Drastis
Zerto memberikan perlindungan bisnis tingkat tinggi melalui pencapaian nilai RPO (Recovery Point Objective) dan RTO (Recovery Time Objective) yang sangat minim. Berbeda dengan backup tradisional yang terjadwal, teknologi CDP dari Zerto bekerja secara kontinu untuk meminimalkan kehilangan data dan mempercepat waktu pemulihan sistem jika terjadi bencana alam, kegagalan sistem, atau gangguan operasional lainnya. Kemampuan ini memastikan bisnis dapat memulihkan operasional dalam waktu singkat tanpa kehilangan data dalam jumlah besar.
Kemampuan Mendeteksi dan Pemulihan Ransomware
Untuk menghadapi ancaman siber yang makin canggih, Zerto dilengkapi kemampuan deteksi dini dan pemulihan cepat terhadap serangan ransomware. Solusi ini mampu mendeteksi aktivitas enkripsi mencurigakan secara real-time dan menyediakan salinan data yang bersifat immutable (tidak dapat diubah atau dihapus oleh penyerang). Melalui proses non-disruptive testing, perusahaan dapat me-recovery data hingga beberapa detik sebelum serangan terjadi tanpa harus membayar tebusan.
Proses Migrasi Antar Aplikasi dan Workload Tanpa Risiko
Zerto menyederhanakan proses migrasi aplikasi dan mobilitas workload secara mulus di lingkungan hybrid dan multi-cloud. Memanfaatka notomatisasi, replikasi real-time, dan pengujian non-disruptive, perusahaan ritel dan distribusi dapat memindahkan aplikasi di antara server on-premises dan berbagai platform cloud tanpa mengganggu operasional harian. Kemampuan ini dapat meminimalkan risiko kegagalan migrasi sekaligus menghindari vendor lock-in.
.
Baca Juga: Disaster Recovery Plan sebagai Kunci Ketahanan Perbankan di Era PDP
.
Fitur Utama HPE Zerto
Real-time Detection
Sistem deteksi real-time untuk mengidentifikasi aktivitas ransomware dan ancaman siber dalam hitungan detik sehingga tim IT dapat merespons lebih cepat.
Continuous Journaling Recovery
Memungkinkan pemulihan ke titik waktu yang sangat spesifik hingga beberapa detik sebelum insiden terjadi, baik akibat ransomware, human error, maupun kegagalan sistem.
Cyber Resilience Vault
Lingkungan pemulihan yang sangat aman dan terisolasi dengan arsitektur zero-trust dan immutable data copies untuk melindungi data cadangan dari serangan siber.
Secure Zerto Appliance
Arsitektur replikasi modern yang mendukung disaster recovery dan mobilitas workload dalam skala besar VM, khususnya pada lingkungan Microsoft Azure.
Secure Management Appliance
Platform manajemen terpusat yang aman untuk memantau, mengonfigurasi, dan mengelola seluruh kebijakan perlindungan data lintas infrastruktur secara lebih sederhana dan efisien.
.
Bagaimana Solusi CPD dari HPE Zerto Berperan Melindungi Data?
Kemampuan HPE Zerto melindungi data perusahaan memberikan sejumlah keuntungan, di antaranya.
Mengurangi Kehilangan Data dan Downtime
Kemampuan Continuous Data Protection memungkinkan organisasi meminimalkan kehilangan data dan mempercepat pemulihan operasional setelah insiden terjadi. Proses recovery dapat dilakukan hingga titik waktu beberapa detik sebelum serangan berlangsung, sehingga dapat meminimalkan kerugian yang disebabkan oleh serangan ransomware.
Meminimalkan Risiko dan Biaya
Menurunkan risiko dan dampak finansial yang biasanya muncul akibat serangan ransomware serta hilangnya produktivitas melalui perlindungan data yang kuat.
Maksimalkan Efisiensi Operasional
Menyatukan tim infrastruktur dan keamanan dalam atu platform untuk mendeteksi, menginvestigasi, dan memulihkan sistem dalam hitungan meni secara lebih cepat dan efisien.
Kemudahan
Platform intuitif yang membuat pengelolaan data menjadi lebih mudah tanpa memerlukan keahlian atau spesialisasi khusus yang kompleks.
Hemat Biaya
Menyediakan perlindungan data, solusi cyber resilience, dan disaster recovery andal dengan investasi lebih efisien dibandingkan dampak finansial yang dapat ditimbulkan akibat downtime dan kehilangan data sehingga cocok untuk berbagai skala bisnis.
.
Dapatkan Solusi Continuous Data Protection dari HPE Zerto Hanya di Helios
Saatnya organisasi Anda menerapkan solusi perlindungan data berkelanjutan untuk mencegah berbagai ancaman siber yang semakin canggih. HPE Zerto menghadirkan solusi ketahanan siber terbaik yang menggabungkan kecanggihan software pemulihan bencana berbasis CDP (Continuous Data Protection) dengan keandalan infrastruktur kelas dunia dari HPE untuk memastikan business continuity dengan kemampuan memulihkan data hingga hitungan detik tepat sebelum serangan ransomware atau gangguan sistem
Helios sebagai partner HPE siap membantu memastikan operasional bisnis organisasi Anda tetap berjalan, meski menghadapi ancaman siber yang terus berkembang. Sebagai bagian dari CTI Group, Helios siap membantu organisasi meningkatkan cyber resilience, meminalkan downtime, dan memastikan operasional bisnis aman dari berbagai ancaman siber.
Jadwalkan konsultasi GRATIS dan demo HPE Zero sesuai kebutuhan organisasi Anda bersama tim Helios.











