Gangguan sistem, serangan ransomware, hingga kegagalan infrastruktur dapat menghentikan operasional bisnis dalam hitungan menit. Tanpa strategi disaster recovery yang tepat, perusahaan berisiko kehilangan data penting, mengalami downtime berkepanjangan, dan menghadapi kerugian finansial. Oleh karena itu, bisnis membutuhkan solusi yang mampu menjaga ketersediaan aplikasi sekaligus memulihkan data dengan cepat ketika terjadi gangguan.
VMware Site Recovery Manager (SRM), yang pada generasi produk terbaru telah berkembang menjadi bagian dari VCF Protection and Recovery, menyediakan orkestrasi pemulihan dengan mekanisme replikasi yang kompatibel. Sementara itu, HPE Zerto Software mengintegrasikan Continuous Data Protection (CDP), journal-based recovery, dan orkestrasi disaster recovery. Perbandingan keduanya perlu mempertimbangkan versi produk, arsitektur infrastruktur, dan target pemulihan bisnis.
.
Key Takeaways
- VMware SRM berfokus pada orkestrasi pemulihan menggunakan recovery plans dan mekanisme replikasi yang kompatibel.
- Pemilihan solusi disaster recovery perlu mempertimbangkan target RPO dan RTO, kompatibilitas infrastruktur, kebutuhan cloud, serta total biaya kepemilikan.
- HPE Zerto menggabungkan CDP, journal-based recovery, dan Virtual Protection Groups (VPG) untuk melindungi aplikasi yang terdiri atas beberapa VM.
.
Ketika Sistem Terhenti, Seberapa Siap Bisnis untuk Pulih?
Transformasi digital membuat bisnis semakin bergantung pada aplikasi, database, dan infrastruktur virtual. Ketika sistem utama mengalami gangguan, operasional dan layanan pelanggan dapat ikut terhambat. Disaster recovery (DR) diperlukan untuk memulihkan data dan sistem agar bisnis dapat kembali berjalan dengan cepat dan meminimalkan dampak downtime.
Keberhasilan disaster recovery perlu diukur melalui Recovery Point Objective (RPO), yaitu batas kehilangan data yang masih dapat diterima, serta Recovery Time Objective (RTO), yaitu target durasi pemulihan layanan. Continuous Data Protection (CDP) membantu menekan RPO karena perubahan data direplikasi secara berkelanjutan. Sementara itu, pencapaian RTO dipengaruhi orkestrasi failover, kesiapan infrastruktur pemulihan, konektivitas jaringan, dan proses verifikasi aplikasi. Oleh karena itu, organisasi perlu menguji kedua target tersebut secara berkala.

VMware SRM vs Zerto, Apa Perbedaannya?
VMware Site Recovery Manager (SRM) mengatur dan mengotomatiskan pemulihan mesin virtual melalui protection groups dan recovery plans, dengan dukungan mekanisme replikasi yang kompatibel. Pendekatan ini memisahkan orkestrasi pemulihan dari proses replikasi data.
Sementara itu, HPE Zerto Software menggabungkan perlindungan data dan orkestrasi pemulihan dalam satu platform. Solusi ini mendukung pemulihan yang lebih granular serta kebutuhan disaster recovery di berbagai lingkungan infrastruktur.
Berikut perbandingan VMware SRM dan HPE Zerto untuk menentukan solusi yang sesuai dengan kebutuhan bisnis.
| Aspek | VMware Site Recovery Manager (SRM) | HPE Zerto Software |
| Fokus utama | Mengatur dan mengotomatiskan proses pemulihan mesin virtual | Melindungi data secara berkelanjutan dan mengotomatiskan pemulihan |
| Mekanisme replikasi | Mengandalkan vSphere Replication atau replikasi storage yang kompatibel | Replikasi berkelanjutan berbasis software |
| Titik pemulihan | Mengikuti kemampuan metode replikasi dan konfigurasi yang digunakan | Memungkinkan pemulihan data ke titik waktu tertentu melalui journal-based recovery |
| Target RPO/RTO | Bergantung pada metode replikasi, infrastruktur, dan konfigurasi | Dirancang untuk meminimalkan kehilangan data dan mempercepat pemulihan |
| Pengujian DR | Mendukung pengujian recovery plan sesuai konfigurasi | Mendukung failover test pada jaringan terisolasi tanpa menghentikan workload produksi. |
| Lingkungan | Berfokus pada pemulihan mesin virtual di lingkungan yang kompatibel | Mendukung lingkungan virtual serta kebutuhan hybrid dan multicloud yang kompatibel |
| Fleksibilitas infrastruktur | Bergantung pada kompatibilitas platform dan metode replikasi | Tidak terikat pada satu vendor storage, dengan tetap memperhatikan kompatibilitas infrastruktur |
| Otomatisasi | Mengotomatiskan recovery plan, failover, dan proses terkait | Mendukung orkestrasi failover, failback, dan failover testing melalui Virtual Protection Groups (VPG). |
Mengapa Bisnis Mulai Mengevaluasi Alternatif VMware?
Penggunaan VMware untuk disaster recovery dapat menghadirkan tantangan, mulai dari biaya lisensi dan dukungan hingga keterbatasan fleksibilitas saat perusahaan ingin mengembangkan infrastruktur ke lingkungan cloud. Perubahan kebutuhan bisnis juga membuat perusahaan perlu menilai apakah solusi yang digunakan masih efisien dan sesuai dengan strategi IT.
Selain biaya, ketergantungan pada ekosistem tertentu dapat menambah kompleksitas saat perusahaan memperbarui server, mengganti storage, atau memindahkan workload. Aspek-aspek ini perlu diperhitungkan dalam evaluasi Total Cost of Ownership (TCO), termasuk biaya infrastruktur, lisensi, pemeliharaan, dan pengujian pemulihan.
Baca Juga: Mengapa Continuous Data Protection Wajib Dimiliki Bisnis Modern?
Beralih ke Continuous Data Protection dengan HPE Zerto
HPE Zerto Software hadir sebagai alternatif bagi perusahaan yang ingin meningkatkan kemampuan disaster recovery tanpa terbebani kompleksitas infrastruktur yang terus berkembang. Melalui pendekatan berbasis software, HPE Zerto membantu bisnis menghadapi tantangan pemulihan sistem dan menyesuaikan perlindungan data dengan kebutuhan operasional yang dinamis.
Bagi perusahaan yang ingin mengurangi risiko downtime dan menjaga keberlangsungan bisnis, HPE Zerto menawarkan solusi modern yang mendukung ketahanan operasional jangka panjang. Berbagai kapabilitasnya dirancang untuk membantu perusahaan menghadapi gangguan dengan lebih siap dan fleksibel.
Dari Replikasi Berkelanjutan hingga Pemulihan Otomatis
HPE Zerto menghadirkan sejumlah kapabilitas yang mendukung ketahanan operasional bisnis, di antaranya:
- Continuous Data Protection (CDP): Mereplikasi perubahan data secara berkelanjutan untuk membantu meminimalkan kehilangan data.
- Journal-Based Recovery: Menyediakan checkpoint dari replikasi berkelanjutan sehingga perusahaan dapat memilih titik pemulihan tertentu selama checkpoint tersebut masih tersedia dalam masa retensi jurnal.
- Near-Zero RPO dan Pemulihan Cepat: Dirancang untuk menekan potensi kehilangan data dan mempercepat pemulihan, sesuai kondisi lingkungan.
- Non-Disruptive DR Testing: Memungkinkan pengujian skenario failover pada jaringan pengujian terisolasi tanpa menghentikan VM produksi, sementara replikasi dapat terus berjalan sesuai konfigurasi.
- Automated Failover dan Failback: Mendukung otomatisasi perpindahan workload ke lingkungan pemulihan dan pengembaliannya ketika kondisi memungkinkan.
- Hybrid dan Multicloud Mobility: Mendukung perlindungan serta perpindahan workload di lingkungan on-premises dan cloud yang kompatibel.
Kapabilitas HPE Zerto membantu perusahaan mempersiapkan pemulihan data sesuai kebutuhan bisnis. Dengan begitu, perusahaan punya langkah pemulihan yang lebih terarah, bukan sekadar menyimpan salinan data untuk berjaga-jaga jika terjadi gangguan.
Bagaimana HPE Zerto Mendukung Strategi Disaster Recovery Bisnis?
- Pemulihan data yang lebih fleksibel. Memulihkan data ke titik waktu tertentu, termasuk sebelum insiden ransomware terjadi.
- Efisiensi biaya operasional. Membantu mengoptimalkan biaya DR melalui fleksibilitas infrastruktur dan penggunaan storage.
- Dukungan hybrid dan multicloud. Melindungi serta memindahkan workload di berbagai lingkungan yang kompatibel.
- Pengujian dan pemulihan otomatis. Menguji kesiapan DR tanpa mengganggu sistem produksi serta menyederhanakan proses pemulihan.
Baca Juga: Mengapa HPE Zerto Software Semakin Penting untuk Cegah Data Loss?
Perkuat Disaster Recovery Bisnis Anda Bersama Helios
Menghadapi risiko downtime, kehilangan data, dan gangguan operasional, perusahaan membutuhkan solusi disaster recovery yang mampu menjaga keberlangsungan bisnis. HPE Zerto Software membantu perusahaan memperkuat perlindungan data dan mempersiapkan pemulihan sistem sesuai kebutuhan bisnis yang terus berkembang.
Helios, bagian dari CTI Group, siap membantu perusahaan mengevaluasi kebutuhan disaster recovery melalui solusi HPE Zerto. Konsultasikan kebutuhan perlindungan data dan infrastruktur bisnis Anda dengan menghubungi tim Helios.
Penulis: Angela Merici Retna Perwitasari
Content Writer CTI Group











