Transformasi digital membuat aplikasi bisnis seperti ERP, Manufacturing Execution System (MES), database, hingga warehouse management system harus selalu tersedia. Namun, semakin tinggi ketergantungan terhadap sistem digital, semakin besar pula dampak yang ditimbulkan ketika terjadi downtime atau kehilangan data.
Menurut IBM Cost of a Data Breach Report 2025, rata-rata biaya pelanggaran data secara global telah mencapai US$4,44 juta, sementara serangan ransomware dan gangguan operasional masih menjadi penyebab utama terhentinya layanan bisnis. Seiring meningkatnya kebutuhan akan ketersediaan aplikasi, banyak organisasi mulai menyadari bahwa pendekatan disaster recovery berbasis snapshot periodik maupun replikasi terjadwal masih menyisakan recovery gap, yaitu selisih waktu ketika perubahan data yang terjadi belum sempat direplikasi sebelum insiden berlangsung. Pada aplikasi bisnis yang terus berubah setiap detik, recovery gap justru dapat menmicu kehilangan transaksi yang signifikan.
HPE Zerto Software menghadirkan pendekatan Continuous Data Protection (CDP) yang mereplikasi perubahan data secara berkelanjutan sehingga organisasi memiliki recovery point yang jauh lebih dekat dengan kondisi sebelum insiden. Dengan target Recovery Point Objective (RPO) yang terukur dalam hitungan detik serta orkestrasi pemulihan terotomasi, organisasi dapat memperkuat business continuity sekaligus meningkatkan ketahanan terhadap gangguan operasional maupun ancaman siber.
.
Key Takeaways:
.
—-
.
Mengapa Disaster Recovery Biasa Sudah Tidak Lagi Cukup?
.
Selama bertahun-tahun, banyak organisasi mengandalkan backup harian atau snapshot berkala sebagai strategi disaster recovery. Pendekatan ini masih efektif untuk sejumlah workload, tetapi tidak selalu mampu memenuhi kebutuhan aplikasi modern yang menghasilkan perubahan data setiap detik.
Pada sistem yang bersifat mission-critical seperti ERP, database transaksi, maupun Manufacturing Execution System (MES), kehilangan data selama beberapa menit saja dapat berdampak pada proses produksi, transaksi bisnis, hingga layanan kepada pelanggan. Ketika bisnis menuntut waktu pemulihan yang semakin singkat dan toleransi kehilangan data semakin kecil, organisasi perlu mengevaluasi apakah strategi disaster recovery yang digunakan masih relevan. Berikut dua alasan utama mengapa strategi disaster recovery tradisional sudah tidak lagi dapat diandalkan.
.
Baca Juga: Downtime dan Ransomware Ancam FSI, Antisipasi dengan BCDR!
.
Celah Waktu yang Tidak Dapat Diabaikan
Backup periodik bekerja berdasarkan interval yang memungkinkan adanya celah antara waktu recovery point terakhir dan saat insiden terjadi. Dalam lingkungan manufaktur yang memproses ribuan transaksi per jam mulai dari data MES, update inventory, hingga transaksi ERP, celah satu jam saja bisa menghilangkan puluhan ribu data selamanya. Ketika sistem kembali beroperasi, tim harus merekonstruksi manual transaksi yang terjadi di antara recovery point terakhir dan momen insiden. Proses ini memakan waktu sekaligus meningkatkan risiko inkonsistensi data produksi.
.
Backup yang Dikompromikan Sebelum Sempat Digunakan
Pelaku ransomware modern paham bahwa target paling berharga bukan data, tetapi kemampuan organisasi dalam memulihkan bisnis tanpa membayar tebusan. Dengan mengompromikan backup terlebih dahulu, maka pelaku telah mengeliminasi jalur keluar yang paling umum.
.
Waktu Recovery Tidak Sesuai Tuntutan Bisnis
Kendati backup tersedia dan tidak dikompromikan, proses restore data dari backup tradisional butuh waktu yang signifikan. Restoring ratusan VM dari backup butuh waktu berjam-jam sehingga harus menghentikan operasional produksi, menunda pesanan, dan mempertaruhkan reputasi bisnis. Seiring meningkatnya tuntutan operasional, banyak organisasi mulai mengevaluasi pendekatan disaster recovery tradisional yang sudah tidak lagi memenuhi kebutuhan bisnis di era modern. Butuh pendekatan baru sebagai strategi untuk meningkatkan business continuity.
.
Dibutuhkan Continuous Data Protection untuk Tingkatkan Keberlangsungan Bisnis
Pendekatan Continuous Data Protection (CDP) menawarkan pendekatan berbeda dibandingkan backup tradisional. Alih-alih mengambil salinan data pada interval tertentu, CDP secara fundamental mereplikasi setiap perubahan data secara terus-menerus sehingga organisasi memiliki recovery point yang jauh lebih mendekati kondisi sebelum gangguan terjadi.
Pendekatan ini membantu perusahaan meminimalkan kehilangan data, mengurangi downtime, dan mempercepat proses pemulihan tanpa harus bergantung pada snapshot terakhir. Pendekatan tersebut sekaligus membantu mengurangi recovery gap dan memperkecil risiko kehilangan transaksi penting. Bagi industri seperti manufaktur, keuangan, layanan kesehatan, hingga distribusi, kemampuan tersebut menjadi fondasi penting dalam menjaga keberlangsungan operasional.
.
Baca Juga: Mengapa Continuous Data Protection Wajib Dimiliki Bisnis Modern?
.
HPE Zerto Software sebagai Solusi Continuous Data Protection
Sebagai solusi Continuous Data Protection, HPE Zerto Software membantu organisasi membangun strategi cyber resilience dan disaster recovery yang lebih modern. Solusi ini memanfaatkan continuous replication, journal-based recovery, serta automated disaster recovery orchestration sehingga perusahaan dapat melakukan pemulihan aplikasi dan data secara lebih cepat serta fleksibel.
Berbeda dengan pendekatan disaster recovery yang mengandalkan snapshot atau replikasi berkala, HPE Zerto Software mereplikasi setiap perubahan data secara berkelanjutan melalui mekanisme journal-based continuous replication. HPE Zerto Software mereduksi downtime hingga dalam hitungan menit dan kehilangan data hingga hitungan detik. Hal ini membantu mengurangi kehilangan data sekaligus mempercepat pemulihan setelah kegagalan sistem, human error, maupun serangan ransomware.
Kemampuan tersebut sangat relevan bagi organisasi yang mengoperasikan berbagai aplikasi bisnis kritikal dengan kebutuhan ketersediaan tinggi. Berikut mekanisme kunci HPE Zerto Software yang membedakannya dengan pendekatan backup berkala.
Real-time Block-Level Replication
HPE Zerto menggunakan change-block tracking untuk mereplikasi data secara terus-menerus saat data ditulis ke storage, tanpa memengaruhi performa sistem produksi secara signifikan.
Journal-based, Any Point-in-time Recovery
Menyimpan seluruh perubahan log secara berkelanjutan pada aplikasi dan data, mempercepat pemulihan ke titik waktu mana pun yang diperlukan. Granular checkpoint tersedia setiap 5–15 detik, memudahkan rewind dan restore seluruh site, workload lengkap, aplikasi enterprise besar, VM, folder, dan file.
Ransomware Recovery Down to the Second
Ketika terjadi serangan berbahaya atau ransomware, data dapat dipulihkan hingga ke titik detik sebelum kejadian untuk meminimalkan dampak bisnis.
Automated Failover, Testing, and Orchestration
HPE Zerto mengeliminasi kompleksitas melalui automated failover, testing, dan orchestration untuk memaksimalkan IT resilience.
.
Baca Juga: Disaster Recovery Plan sebagai Kunci Ketahanan Perbankan di Era PDP
.
Keunggulan HPE Zerto Software
HPE Zerto Software memiliki serangkaian keunggulan yang tidak ada pada solusi backup tradisional.
Continuous Data Protection
Mereplikasi setiap perubahan data secara berkelanjutan sehingga recovery point jauh lebih dekat dibandingkan pendekatan backup atau snapshot berkala. Pendekatan ini membantu meminimalkan kehilangan data ketika terjadi gangguan.
ERP Protection
Menjaga sistem ERP tetap tersedia agar proses procurement, purchasing, inventory, finance, dan operasional bisnis dapat terus berjalan dengan gangguan seminimal mungkin.
Manufacturing Execution System (MES) Protection
Melindungi data produksi yang terus berubah selama proses manufaktur berlangsung sehingga perusahaan dapat menjaga kontinuitas produksi sekaligus mengurangi risiko kehilangan data penting.
Warehouse Management System Protection
Membantu mempercepat pemulihan sistem receiving, picking, packing, hingga shipping agar aktivitas distribusi dapat kembali berjalan lebih cepat setelah insiden.
SQL Database Protection
Melindungi database transaksi yang menjadi pusat operasional perusahaan melalui replikasi data berkelanjutan sehingga proses recovery dapat dilakukan dengan kehilangan data yang sangat minimal.
Greater Operational Flexibility
Kemampuan memilih recovery point yang paling sesuai sehingga memberikan fleksibilitas lebih besar pada operasional bisnis dibandingkan hanya mengembalikan sistem ke backup terakhir. Hal ini membantu mengurangi proses rekonsiliasi data setelah layanan kembali berjalan.
Faster Recovery from Cyber Incidents
HPE Zerto Software membantu organisasi mempercepat pemulihan setelah serangan ransomware maupun kegagalan infrastruktur melalui orkestrasi disaster recovery yang terotomasi, sehingga waktu henti layanan dapat ditekan secara signifikan.
Mendukung Strategi Cyber Resilience
Selain melindungi data, HPE Zerto Software membantu organisasi membangun strategi cyber resilience yang lebih matang agar layanan bisnis tetap tersedia meskipun menghadapi ancaman siber maupun gangguan operasional.
.

.
Dapatkan HPE Zerto Software Hanya di Helios
Ketika bisnis memiliki toleransi semakin kecil terhadap downtime dan kehilangan data, semakin penting strategi disaster recovery yang mampu mengikuti kebutuhan operasional bisnis modern. Mengandalkan backup berkala saja kini tidak lagi cukup untuk melindungi aplikasi dan data yang terus berubah setiap detik.
HPE Zerto Software dengan pendekatan Continuous Data Protection untuk membantu organisasi mempercepat proses pemulihan, meminimalkan kehilangan data, serta menjaga keberlangsungan layanan bisnis yang kritikal. Helios sebagai mitra implementasi HPE Zerto Software membantu Anda merancang solusi cyber resilience sesuai kebutuhan infrastruktur dan target business continuity perusahaan, sehingga operasional tetap berjalan lebih aman, tangguh, dan siap menghadapi berbagai risiko di masa depan.
Bersama Helios, bagian dari CTI Group, organisasi dapat mengimplementasi dan konfigurasi oleh engineer bersertifikat, termasuk pengujian failover komprehensif untuk memvalidasi target RPO dan RTO. Dukungan ongoing memastikan platform terus berkembang seiring pertumbuhan infrastruktur dan perubahan kebutuhan bisnis.
Jangan tunggu serangan ransomware menyerang bisnis Anda untuk mengevaluasi kesiapan recovery. Hubungi tim kami sekarang untuk menjadwalkan assessment GRATIS dan temukan strategi yang dibutuhkan oleh organisasi Anda.











