PT Helios Informatika Nusantara (Helios) resmi ditunjuk sebagai value-added distributor Utimaco di Indonesia untuk memperluas solusi keamanan data, berupa pelindungan data dan pengelolaan encryption key, di pasar Indonesia. Kemitraan ini berlangsung di tengah meningkatnya kebutuhan organisasi untuk melindungi data yang tersebar di berbagai lingkungan TI.
Helios, yang merupakan bagian dari CTI Group, menyebut perkembangan ekonomi dan infrastruktur digital nasional turut meningkatkan kebutuhan terhadap pelindungan data.
Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian memproyeksikan nilai ekonomi digital Indonesia mencapai lebih dari US$130 miliar pada 2026.
Di sisi lain, pengembangan data center, AI, dan keamanan siber menjadi bagian dari penguatan ekosistem digital nasional.
Bagi perusahaan, perkembangan tersebut membuat data yang perlu dikelola dan dilindungi semakin tersebar di berbagai lingkungan TI.
Data perusahaan kini tidak hanya berada di jaringan internal. Data juga tersimpan di perangkat pengguna, file server, cloud, dan berbagai aplikasi digital. Kondisi ini dapat memperluas potensi risiko, termasuk kebocoran data, ransomware, dan akses tidak sah terhadap informasi sensitif.
Kebutuhan keamanan data juga semakin relevan dengan berlakunya Undang-Undang Pelindungan Data Pribadi (UU PDP), yang mendorong organisasi meningkatkan tata kelola dan pelindungan terhadap data pribadi yang mereka kelola.
Helios Bawa Solusi Enkripsi dan Pengelolaan Encryption Key
Melalui kemitraan tersebut, Helios menghadirkan dua solusi Utimaco yang berfokus pada pelindungan data dan pengelolaan encryption key, yaitu Utimaco LAN Crypt File and Folder Encryption dan Enterprise Secure Key Manager (ESKM).
LAN Crypt membantu melindungi file dan folder yang berisi data sensitif melalui enkripsi. Pelindungan itu mencakup data yang tersimpan pada perangkat pengguna maupun file server.
Sementara itu, ESKM membantu organisasi mengelola encryption key secara terpusat. Encryption key merupakan kunci yang digunakan untuk membuka data yang telah dienkripsi.
Menurut Helios, pengelolaan secara terpusat membantu organisasi memiliki kontrol yang lebih baik terhadap kunci yang digunakan untuk melindungi data di berbagai sistem dan lingkungan TI.
CEO Helios, Royani Lo, mengatakan pelindungan data perlu berkembang seiring dengan semakin tersebarnya data perusahaan.
“Ketika data tidak lagi berada hanya di dalam jaringan internal, pelindungannya tidak cukup hanya mengandalkan keamanan jaringan. Pelindungan data juga tidak berhenti pada proses mengenkripsi data. Perusahaan perlu mengetahui bagaimana encryption key dikelola, siapa yang dapat mengaksesnya, dan bagaimana kontrol tersebut diterapkan di berbagai lingkungan IT,” ujar Royani.
Kebutuhan tersebut, menurutnya, semakin relevan di Indonesia. Kemitraan dengan Utimaco memungkinkan Helios menjawab kebutuhan tersebut dengan pendekatan yang lebih terarah.
Keamanan Data Menjangkau Berbagai Sektor
Kebutuhan terhadap keamanan data dinilai Helios semakin tinggi di sektor-sektor yang mengelola informasi sensitif dalam jumlah besar.
Di industri jasa keuangan, organisasi perlu melindungi data pelanggan dan transaksi digital. Sektor pemerintahan juga menghadapi kebutuhan serupa saat digitalisasi layanan publik dan pengelolaan data masyarakat terus meningkat.
Kebutuhan yang sama juga berkembang di sektor kesehatan, telekomunikasi, manufaktur, serta data center dan cloud yang mengelola data pelanggan maupun informasi bisnis yang bersifat kritikal.
Rilis Helios juga mengutip temuan PwC Digital Trust Insights 2026. Sebanyak 34% organisasi di Indonesia disebut meningkatkan pengeluaran secara signifikan untuk strategi keamanan siber proaktif. Angka itu lebih tinggi dibandingkan Asia Pasifik sebesar 22% dan global sebesar 24%.
Utimaco Dorong Keamanan Kriptografi
Country Manager, Utimaco, Nugraha Santosa mengatakan kebutuhan organisasi di Indonesia terhadap keamanan kriptografi dan pengelolaan encryption key semakin besar.
“Keamanan siber ke depan akan semakin bergantung pada kepercayaan terhadap teknologi kriptografi yang menjadi fondasi untuk mengamankan data, identitas, transaksi, dan komunikasi,” jelas Nugraha.
Ia menambahkan bahwa kemitraan dengan Helios menjadi langkah Utimaco untuk memperluas jangkauan di Indonesia dengan dukungan pengalaman dan kapabilitas Helios dalam melayani kebutuhan teknologi enterprise di pasar lokal.
Bersama Helios, Utimaco juga akan mendorong pemahaman mengenai perlindungan data, keamanan kriptografi, dan kebutuhan kepatuhan di Indonesia.
Keduanya pun akan memperkenalkan kesiapan terhadap perkembangan teknologi kriptografi, termasuk Post-Quantum Cryptography (PQC).
Sebagai value-added distributor, Helios menyediakan dukungan lokal berupa konsultasi, implementasi, dan dukungan teknis.
Dukungan tersebut ditujukan untuk membantu organisasi di Indonesia memperkuat perlindungan data dan menghadapi kebutuhan keamanan yang semakin kompleks.
Source: https://www.itbeat.id/jadi-distributor-utimaco-helios-perluas-solusi-keamanan-data-di-indonesia/
Penulis: Liana Threestayanti – ITBeat











