Menjamurnya perusahaan logistik di Indonesia sebagai imbas positif tren belanja online, ternyata tak diiringi proteksi yang memadai. Masih banyak keamanan siber perusahaan logistik masih rentan untuk menghalau serangan siber yang terus meningkat dengan teknik semakin canggih.
Mengutip Bisnis.com, Konsultan senior Supply Chain Indonesia, Zaroni memaparkan, ada tiga hal penting yang harus dilakukan oleh perusahaan logistik terkait keamanan siber, yakni pencegahan, penilaian, dan recovery. Ketiga hal tersebut perlu diperhatikan untuk memastikan mitigasi risiko keamanan siber memadai, terlebih penyedia jasa logistik sangat bergantung pada sistem manajemen berbasis IT.
Dengan kata lain, keamanan siber perusahaan logistik yang mulai mengomatisasi sistem kerja harus ditingkatkan, termasuk untuk melindungi data customer, meningkatkan koneksi jaringan, hingga mencegah serangan hacker. Lantas, bagaimana sistem keamanan siber yang memadai untuk diterapkan oleh perusahaan logistik dan transportasi? Simak pemaparan lengkapnya berikut.
Kondisi Perusahaan Logistik dan Transportasi di Indonesia

Supply Chain Indonesia (SCI) memaparkan sejumlah persoalan yang saat ini dihadapi oleh perusahaan logistik dan transportasi di Indonesia. Mengutip Bisnis.com, sejumlah persoalan yang dimaksud yakni terkait dengan infrastruktur, ancaman keamanan, sarana, hingga regulasi.
Menyoal keamanan siber, seperti yang telah disinggung di atas, perusahaan logistik dapat memulainya dengan melakukan pencegahan. Hal ini bisa dilakukan dari pemilihan platform dan jenis IT pendukung seperti warehouse management system, freight management system, dan enterprise resource planning yang keamanannya sudah teruji.
Sementara dari sisi hardware, pastikan perusahaan logistik menggunakan tools yang mendukung backup server dan Disaster Recovery (DR) untuk memastikan ketersediaan data. Dari sisi SDM, diperlukan training untuk membentuk perilaku dan budaya untuk menjaga keamanan dengan mengganti password secara berkala dan melakukan sharing data secara aman.
Langkah kedua yang perlu dilakukan oleh perusahaan logistik yakni melakukan evaluasi terhadap sistem IT secara rutin. Pengujian dilakukan untuk memastikan sistem IT perusahaan logistik dapat beroperasi dengan aman dan baik.
Ketiga, apabila sudah terjadi pembobolan terhadap sistem IT, maka perusahaan logistik harus mampu menjalankan prosedur recovery sebagai tindakan korektif.
Keamanan Siber Perusahaan Logistik dan Transportasi Masih Rentan

Bukan sekadar isapan jempol, rentannya sistem keamanan perusahaan logistik sempat menjadi mimpi buruk bagi Transnet. Perusahaan kereta api, pelabuhan, dan pipa milik Afrika Selatan itu dilaporkan sempat menjadi sasaran hacker hingga melumpuhkan operasional di terminal peti kemas di Durban, Ngqura, Port Elizabeth, dan Capetown.
Menurut laporan Blomberg News seperti mengutip catatan yang dikirim Transnet ke customer, pihak perusahaan mengalami serangan siber, intrusi keamanan, dan sabotasi hingga mengganggu proses dan fungsi normal TPT atau kerusakan peralatan dan informasi.
Sepekan sebelum diketahui menjadi sasaran hacker, perusahaan yang berdiri pada 1991 itu sempat mengalami gangguan pada jaringan IT. Namun, saat itu pihak Transnet telah mengidentifikasi dan mengisolasi sumber gangguan.
Hanya saja, masalah tak berhenti di situ. Masalah teknis justru terus berlanjut hingga perusahaan menetapkan status force majeure karena mengalami keadaan tak terduga. Pihak Transnet mengklaim sudah melakukan berbagai tindakan mitigasi yang ada dan masuk akal untuk membatasi dampak dari gangguan tersebut.
Kejadian yang dialami oleh Transnet bukan tak mungkin menimpa perusahaan logistik dan transportasi di Indonesia. Mengingat saat ini serangan siber terus berkembang semakin canggih, seiring dengan teknologi dan teknik yang tak kalah hebat.
Untuk itu, perusahaan logistik dan transportasi membutuhkan perlindungan endpoint demi memastikan keamanan dari serangan siber. Proteksi endpoint merupakan metode keamanan siber yang melindungi perangkat yang digunakan untuk operasional bisnis, seperti desktop, laptop, perangkat IoT, dan perangkat yang berkomunikasi dengan jaringan pusat lainnya.
Solusi Menjaga Keamanan Siber Untuk Perusahaan Logistik dan Transportasi di Indonesia
Demi memastikanperusahaanlogistik dan transportasimemenuhisyaratperlindungankeamanansiber, Helios menghadirkansolusiHPE dan Darktrace untukmemberikanproteksisecarakomprehensif. Sejauh mana solusi HPE dan Darktrace mampumenjagakeamanansiberperusahaanlogistik dan transportasi Anda?
Hewlett Packard Enterprise
HPE OEM Solution menghadirkan akses ke server HPE ProLiant Gen 10 untuk menghadapi ancaman keamaan siber yang dihadapi oleh perusahaan logistik dan perusahaan Anda. Server yang memiliki Silicon Root of Trust ini dipatenkan dengan sensor sidik jari untuk memverifikasi kode firmware.
Menariknya, fitur sidik jari tidak dapat diubah dan tanpa kompromi sehingga server tidak akan booting dengan firmware yang disusupi. Untuk mecegah, mendeteksi, dan memulihkan dari potensi serangan siber, infrastruktur HPE telah dibekali dengan inovasi terbaru sehingga bisnis Anda dapat berinovasi lebih cepat.
HPE hadir dengan teknologi edge-ready untuk memproses data secara instan yang khsusus mengubah data menjadi insight bisnis sehingga tidak ada waktu dan biaya ekstra untuk komputasi data center. Sebagai perusahaan dengan ekosistem global, HPE menghadirkan solusi IT dengan layanan, spesialis, dan supply chain kelas dunia untuk mengatasi tantangan bisnis, mempercepat peluang baru, dan mengubah inovasi menjadi kesuksesan lebih lanjut.
Untuk menambahkan data lake yang luas, perusahaan logistik dan transportasi mungkin tidak memiliki ahli yang dapat menerapkan AI dan memanfaatkan data ke sistem mereka. Kolaborasi HPE dan OEM didukung ahli yang berpengalaman akan memberikan konsultasi dan dukungan kepada customer di seluruh dunia.
Untuk meningkatkan jaringan bisnis, perusahaan logistik mengotomatiskan sistem kerja demi memastikan potensi serangan tidak meluas. Oleh karena itu, perusahaan logistik perlu menjaga pola pikir yang mengutamakan keamanan.
Darktrace
Sebagai perusahaan AI terkemuka dunia, Darktrace akan memberikan pertahanan siber untuk perusahaan logistik dan transportasi Anda. Sistem perlindungan keamanan Darktrace didukung dengan teknologi Machine Learning (ML) dan algoritme AI untuk mendeteksi dan merespons ancaman siber di berbagai lingkungan digital, baik on-premise, cloud, maupun jaringan virtualisasi, IoT dan sistem kontrol industri.
Menggunakan teknlogi self-learning, Darktrace tidak memerlukan pengaturan, mampu mengidentifikasi ancaman secara real-time, termasuk menggunakan pendekatan zero trust untuk memberikan visibilitas sepenuhnya dan mendeteksi setiap ancaman.
Hadir dengan solusi Network Detection & Response yang mengombinasikan analitik dari AI dan kemampuan untuk mendeteksi anomali pada jaringan, Darktrace memastikan keamanan perusahaan Anda. Bukan hanya bergantung pada rules dan signatures yang telah di-set, Darktrace juga memberikan solusi AI Machine Learning yang mampu mendeteksi aktivitas mencurigakan di email dan otomatis memblokirnya.
Kemampuan Darktrace memberikan keamanan siber membawa perusahaan mengantongi pengakuan sebagai World’s Innovative Company 2018 dari Fast Company. Perusahaan yang berkantor pusat di San Fransisco, AS dan Cambridge, Inggris ini telah memiliki lebih dari 30 kantor di seluruh dunia dengan 650+ karyawan.
Helios Sebagai Infrastructure, IT Digital, and Cloud Solution Provider di Indonesia
Berikan perlindungan siber secara end-to-end untuk bisnis logistik Anda dengan solusi keamanan dari HPE dan Darktrace di Helios Informatika Nusantara (HIN). Helios sebagai infrastructure, IT digital, and cloud solution provider HPE dan Darktrace akan membantu Anda mulai dari tahap konsultasi, deployment, management, hingga dukungan after sales.
Tim IT Helios yang berpengalaman dan bersertifikat akan memastikan Anda terhindar dari trial and error selama memberikan keamanan siber untuk perusahaan logistik dan transportasi Anda. Cari tahu lebih lanjut mengenai performa HPE dan Darktrace dengan menghubungi konsultan kami di [email protected].
Ervina Anggraini
Content Writer CTI Group










