
Industri FSI (Financial Services Industry) mulai dari perbankan, fintech, asuransi, layanan pembayaran digital, dan multi-finance beroperasi dengan volume transaksi tinggi serta menyimpan data sensitif nasabah. Dalam era digitalisasi dengan adanya layanan mobile banking, e-wallet, online loan processing, menjadikan sektor ini semakin bergantung pada sistem IT yang stabil, aman, dan cepat.
Namun,di tengah percepatan digital tersebut, ancaman ransomware dan downtime menjadi risiko besar. Serangan siber dapat menghentikan operasional bisnis, menyebabkan kerugian finansial, rusaknya reputasi, bahkan hilangnya kepercayaan nasabah.
Di sinilah BCDR (Business Continuity Disaster Recovery) berperan penting sebagai lapisan memberikan perlindungan strategis agar bisnis tetap berjalan meskipun terjadi insiden.
Kebutuhan Perlindungan Berkelanjutan di Industri Keuangan
Serangan ransomware modern kini tidak hanya menargetkan sistem utama, tetapi juga backup dan infrastruktur pendukung. Oleh karena itu, sektor FSI membutuhkan strategi pemulihan menyeluruh yang dapat m mastikan ketersediaan data dan kelangsungan layanan tanpa gangguan.
Dampak downtime di industri keuangan sangat luas mulai dari kegagalan transaksi, kehilangan data operasional, potensi pelanggaran regulasi, hingga turunnya reputasi perusahaan. Maka, penerapan BCDR menjadi standar wajib agar perusahaan memiliki ketahanan bisnis berkelanjutan dan dapat pulih dengan cepat dari setiap gangguan.
Apa itu BCDR (Business Continuity and Disaster Recovery)?
Business Continuity and Disaster Recovery (BCDR) adalah rangkaian strategi dan teknologi yang memastikan bisnis tetap bisa beroperasi meskipun terjadi gangguan besar, seperti serangan ransomware, kegagalan sistem, bencana fisik, atau human error. BCDR menjadi solusi strategis untuk membantu perusahaan tetap bertahan, pulih, dan kembali beroperasi normal setelah mengalami gangguan. Gangguan yang dimaksud dapat berupa bencana alam seperti gempa bumi, banjir, kebakaran, hingga insiden seperti pelanggaran data atau serangan ransomware.
2 Kunci Utama BCDR
BCDR memiliki dua pilar utama yakni Business Continuity Plan (BCP) dan Disaster Recovery Plan (DRP). Keduanya memiliki pendekatan dan fokus berbeda untuk membantu perusahaan dalam bertahan, pulih, dan melanjutkan operasional bisnis secara normal pasca bencana. Implementasi BCDR yang efektif membantu sektor FSI menjaga operasional tetap stabil, mematuhi regulasi, dan mempertahankan kepercayaan nasabah. Berikut penjelasan detail antara kedua pilar tersebut.
DRP
Disaster Recovery Plan (DRP) adalah rencana strategis yang difokuskan pada upaya pemulihan cepat untuk memastikan data dan sistem tetap aman setelah terjadi insiden. Langkah-langkah implementasi DRP meliputi identifikasi sistem penting, rutin melakukan backup data, penyiapan disaster recovery site ke cloud atau site lain, replikasi, pemulihan core sistem, integrasi backup, dan mekanisme failover otomatis. Sejumlah skenario yang membutuhkan DRP antara lain bencana alam (kebakaran, banjir, gempa bumi), serangan siber yang dapat melumpuhkan sistem (serangan ransomware dan malware), hingga gangguan listrik yang dapat memengaruhi kinerja server utama.
BCP
Business Continuity Plan (BCP) merupakan pendekatan yang berbeda dengan DRP, di mana cakupannya justru lebih luas. Fokus untuk menjaga seluruh operasional bisnis tetap berjalan meskipun sistem mengalami gangguan (termasuk proses non-teknis seperti manjemen SDM, logistik, dan komunikasi). Contohnya, tim customer service dapat tetap melayanan pelanggan meskipun kantor utama sedang tidak dapat digunakan, aplikasi core banking tetap online, menyediakan infrastruktur cadangan, dan SOP operasional untuk layanan kritikal.
Pentingnya BCDR di Industri Keuangan
BCDR kini menjadi salah satu komponen penting untuk industri keuangan, karena dapat memastikan layanan tetap berjalan selama 24/7. Selain itu, BCDR juga dapat memastikan keamanan data sangat sensitif dari aksi pencurian atau kerusakan data.
Sebagai salah satu komponen strategis, BCDR juga memastikan industri keuangan mematuhi regulasi ketat (termasuk OJK, BI, ISO, dan standar internasional) yang menuntut high availability. Komponen ini juga dapat meningkatkan keamanan pada industri keuangan yang kerap menjadi sasaran ransomware.
Untuk menjaga operasional bisnis tetap stabil dan mengurangi risiko kerugian besar, HPE Alletra MP menjadi solusi BCDR yang dapat membantu industri FSI mengatasi berbagai tantangan seperti yang telah disinggung di atas.
Solusi dari HPE untuk Business Continuity Disaster Recovery
HPE Alletra MP x Veeam menjadi solusi BCDR dengan menyasar industri FSI yang dituntut memberikan layanan dengan tingkat kecepatan, keamanan, dan elastisitas tinggi dalam melindungi data nasabah. HPE Alletra MP merupakan solusi BCDR yang didukung strategi backup canggih dan ketahanan data kelas enterprise.
Solusi canggih ini dirancang untuk meminimalkan downtime, mempercepat recovery data setelah terjadi insiden, memastikan pertahanan end-to-end terhadap ransomware, sekaligus memastikan layanan tetap berjalan meskipun terjadi bencana.
Fitur Utama dan Keunggulan HPE Alletra MP
HPE Alletra MP aalah platform storage modern yang menawarkan performa dan keamanan tinggi untuk kebutuhan kritikal industri FSI. Alletra MP menawarkan keunggulan berupa perlindungan ransomware kelas enterprise melalui immutability, operasional yang lebih efisien dan sederhanan, pemulihan super cepat saat terjadi insiden, skalabilitas fleksibel sesuai pertumbuhan data, hingga model pay-as-you-go.
Berikut sejumlah fitur utama HPE Alletra MP.
- Virtual Lock (Immutability): backup dikunci total sehingga tidak dapat dihapus atau dimodifikasi, bahkan oleh admin.
- Performa Tinggi (NVMe): proses baca/tulis super cepat untuk aplikasi core banking dan backup.
- Scale-out Storage: kemudahan untuk memperluas storage tanpa khawatir downtime.
- Block & File dalam satu platform: operasional lebih efisien dan simpel.
- Integrasi Veem & VMware: mempercepat backup dan recovery end-to-end.
- Cloud-ready via GreenLake: kemudahan monitoring dan manajemen otomatis dalam satu dashboard.
Baca Juga: Optimalisasi 5 Keunggulan Hybrid Cloud Storage dengan HPE Alletra MP
Implementasikan BCDR dengan HPE di Helios
Industri FSI kini tak perlu lagi khawatir menghadapi ransomware dan gangguan lain melalui implementasi BCDR dari HPE Alletra MP di Helios Informatika Nusantara. HPE Alletra MP memastikan proses recovery cepat saat terjadi insiden, backup aman dan immutable melalui Virtual Lock, orkestrasi lebih efisien tanpa proses manual, hingga perlindungan menyeluruh pada bisnis Anda.
Helios sebagai bagian dari CTI Group, didukung tim profesional bersertifikat yang akan memberikan pendampingan teknis secara end-to-end hingga implementasi BCDR dan integrasi HPE Alletra MP pada perusahaan FSI Anda. Hubungi tim kami dengan klik link ini untuk memulai konsultasi kebutuhan BCDR pada bisnis Anda sekarang!










