Sistem yang berjalan lancar belum tentu bebas dari ancaman. Akun karyawan yang sudah disusupi masih bisa digunakan untuk membuka aplikasi, mengunduh dokumen, dan mengirim pesan seperti biasa. Di tengah kesibukan operasional, aktivitas ini mudah terlihat wajar meski sebenarnya dilakukan oleh pihak yang tidak berhak.
Tantangannya, satu peringatan keamanan sering kali belum cukup untuk menjelaskan apa yang terjadi. Tim perlu melihat hubungan antaraktivitas dan menentukan mana yang membutuhkan tindakan segera. Jika pemeriksaan terlalu lama, pelaku punya lebih banyak waktu untuk mengambil data atau menjangkau sistem lain.
Di sinilah threat detection and response menjadi penting. Kecepatan mengenali ancaman perlu diikuti penanganan yang tepat agar dampaknya tidak meluas. Lantas, bagaimana perusahaan dapat memperkuat keduanya tanpa menghambat aktivitas bisnis? Temukan jawabannya dalam pembahasan berikut..
Key Takeaways
.
Apa itu Threat Detection and Response?
Threat detection and response adalah rangkaian proses dan teknologi untuk mendeteksi, menyelidiki, dan menangani ancaman siber terhadap aset digital perusahaan. Melalui pemantauan dan analisis aktivitas mencurigakan, tim keamanan dapat menentukan tingkat risiko serta tindakan yang diperlukan, seperti membatasi koneksi atau menonaktifkan akun yang disusupi, agar dampak serangan tidak meluas.
.
Mengapa Threat Detection and Response Perlu Berjalan Beriringan?
Ancaman yang sudah terdeteksi masih bisa berkembang jika tidak segera ditangani. Pelaku dapat terus mengambil data atau berpindah ke sistem lain selama aksesnya masih terbuka. Karena itu, tim perlu menghubungkan temuan dari jaringan kantor, layanan cloud, dan perangkat kerja untuk memahami apa yang terjadi serta menentukan langkah berikutnya.
Tantangannya, banyaknya alert dan pemeriksaan manual sering memperlambat keputusan. Sementara itu, memutus koneksi atau menonaktifkan akun tanpa memahami konteksnya bisa mengganggu pekerjaan yang sah. Dengan threat detection and response yang terkoordinasi, tim dapat menentukan mana yang perlu didahulukan dan membatasi ancaman sambil menjaga aktivitas bisnis tetap berjalan.
.
Mengenal Threat Detection and Response Berbasis AI dari Darktrace
Darktrace membantu perusahaan mengenali dan menangani ancaman dengan mempelajari bagaimana pengguna, perangkat, dan sistem biasanya beraktivitas. Adaptive AI membangun pemahaman ini sebagai dasar behavioral threat detection, sehingga perubahan yang mencurigakan lebih mudah dikenali. Dengan begitu, deteksi tidak harus menunggu tersedianya signature atau indikator serangan yang sudah dikenal.
Cyber AI Analyst membantu menelusuri dan menghubungkan temuan agar tim dapat memahami insiden serta menentukan mana yang perlu ditangani lebih dulu. Sementara itu, Autonomous Response membantu membatasi ancaman melalui tindakan terukur sesuai pengaturan organisasi. Tim pun dapat mengurangi waktu untuk pemeriksaan manual dan lebih cepat menindaklanjuti aktivitas berisiko.
.
Baca Juga: Apa itu AI Threat Detection dan Mengapa Penting untuk Keamanan Siber Modern?
.
Apa Saja Cakupan Threat Detection and Response Darktrace?
Darktrace menyediakan beberapa solusi yang dapat dipadukan untuk membantu tim melihat rangkaian tersebut, sesuai lingkungan dan integrasi yang digunakan perusahaan..
Darktrace / NETWORK
Komunikasi jaringan dapat menunjukkan koneksi tidak biasa dan potensi lateral movement, yaitu pergerakan pelaku antarsistem. Darktrace menganalisis pola tersebut agar tim lebih mudah menelusuri aktivitas mencurigakan dan membatasi koneksi yang berisiko..
Darktrace / EMAIL
Pesan berbahaya bisa terlihat seperti percakapan bisnis biasa, bahkan seolah berasal dari rekan kerja atau pemasok. Darktrace mempelajari pola komunikasi untuk membantu mengenali phishing, penyamaran, dan pesan mencurigakan yang perlu ditangani..
Baca Juga: Mengapa Email Security Harus Menjadi Prioritas Utama Perusahaan?.
Darktrace / CLOUD
Aktivitas di lingkungan cloud perlu dipantau agar penyalahgunaan sumber daya tidak luput dari perhatian. Darktrace membantu mengenali perubahan perilaku, sehingga tim dapat menyelidiki potensi ancaman dan menentukan tindakan yang tepat..
Darktrace / OT
Keamanan di lingkungan OT perlu berjalan seiring dengan kelancaran produksi. Darktrace memberi visibilitas terhadap perangkat dan komunikasi lintas IT serta OT, dengan tindakan respons yang disesuaikan bersama tim keamanan dan operasional..
Darktrace / IDENTITY
Akun yang berhasil masuk belum tentu digunakan oleh pemiliknya. Darktrace membantu mengenali perubahan aktivitas yang mengarah pada penyalahgunaan akses. Sesuai integrasi dan pengaturan, respons dapat berupa penghentian sesi atau penonaktifan akun yang berpotensi disusupi..
Darktrace / ENDPOINT
Aktivitas jaringan lebih mudah ditelusuri ketika tim mengetahui proses yang memicunya pada perangkat. Darktrace melengkapi EDR dengan informasi jaringan dan proses pada endpoint, termasuk perangkat pekerja jarak jauh, untuk membantu investigasi dan pembatasan ancaman jaringan..
Apa Saja Ancaman Siber yang Dapat Ditangani Darktrace?
Risiko sebuah aktivitas juga bergantung pada data dan sistem yang terlibat. Akun yang disusupi bisa membuka akses ke informasi nasabah, sementara komunikasi mencurigakan di jaringan pabrik dapat menjadi tanda ancaman terhadap produksi. Memahami konteks bisnis membantu tim menentukan seberapa mendesak suatu temuan perlu ditangani.
Berikut beberapa contoh ancaman dan peran Darktrace dalam membantu penanganannya:
Ransomware dan Penyebaran Serangan
Serangan ransomware dapat meluas ketika pelaku berhasil menjangkau perangkat lain di jaringan. Darktrace membantu mengenali aktivitas yang mengarah pada penyebaran tersebut dan mendukung pembatasannya. Pada manufaktur, pertambangan, serta minyak dan gas, visibilitas lintas IT dan OT membantu tim menelusuri potensi pergerakan serangan menuju sistem operasional.
Phishing dan Business Email Compromise
Permintaan mengganti rekening pemasok bisa terlihat wajar, terutama jika muncul di tengah kesibukan pembayaran. Padahal, pesan tersebut mungkin merupakan upaya penipuan. Darktrace / EMAIL membantu mengenali komunikasi mencurigakan seperti ini, yang relevan bagi perusahaan distribusi dan ritel dengan pertukaran pesanan, tagihan, serta informasi pembayaran yang intensif.
Pengambilalihan Akun
Berhasil masuk ke sistem belum tentu berarti akun digunakan oleh pemiliknya. Darktrace membantu mengenali perubahan seperti lokasi akses dan aktivitas akun yang tidak biasa. Bagi perbankan dan jasa keuangan, temuan ini memberi konteks untuk menyelidiki apakah akses ke aplikasi atau data sensitif memang dilakukan oleh pihak yang berhak.
Insider Threat
Pengguna yang memiliki akses resmi tetap dapat menyalahgunakannya, misalnya dengan mengambil dokumen di luar kebutuhan pekerjaan. Analisis perilaku membantu menyoroti aktivitas tersebut untuk diperiksa lebih lanjut. Tim tetap perlu mempertimbangkan perubahan tugas dan tanggung jawab agar pekerjaan yang sah tidak keliru dinilai sebagai ancaman.
Kebocoran dan Pengambilan Data
Pengiriman data ke tujuan yang jarang digunakan atau dalam jumlah tidak biasa dapat menjadi tanda aktivitas tanpa izin. Darktrace membantu mengenali pola tersebut dan mendukung pembatasan aktivitas yang berisiko. Tim kemudian dapat menelusuri data apa yang terlibat, mulai dari informasi pelanggan hingga dokumen keuangan dan produksi.
.
Baca Juga: Ancaman AI Cyber Security Makin Cerdas, Bisnis Anda Siap Menghadapinya?
.
Perbedaan Traditional dan Behavioral Threat Detection
Ancaman yang sudah dikenal dapat ditemukan melalui signature atau aturan deteksi. Namun, ketika cara serangan berubah atau pelaku menggunakan akun yang sah, tim perlu melihat perilaku di balik aktivitasnya.
Aspek | Traditional Threat Detection | Behavioral Threat Detection . |
Cara Mengenali Ancaman | Signature, aturan, dan indikator ancaman yang dikenal. | Penyimpangan dari perilaku normal pengguna dan sistem. . |
Fokus Utama | Aktivitas yang cocok dengan pola ancaman yang tersedia. | Aktivitas tidak biasa yang berpotensi menunjukkan ancaman. |
Akun yang disusupi | Terdeteksi jika aktivitasnya memicu aturan atau indikator. | Dikenali melalui perubahan perilaku meski kredensialnya valid. . |
Keterbatasan | Pola serangan baru dapat luput dari aturan yang tersedia. | Aktivitas sah yang tidak biasa dapat memicu peringatan. |
.
.
.
Perkuat Keamanan Bisnis Bersama Helios
Sebagai bagian dari CTI Group, Helios Informatika Nusantara (HIN) hadir untuk membantu Anda mengeksplorasi solusi Darktrace sesuai kebutuhan keamanan perusahaan. Mulai dari mengenali aktivitas mencurigakan hingga mempercepat investigasi dan penanganan, bangun pendekatan threat detection and response yang selaras dengan lingkungan teknologi serta prioritas bisnis Anda.
Konsultasikan kebutuhan Anda bersama Helios dan temukan bagaimana Darktrace dapat membantu melindungi data, membatasi dampak serangan, dan menjaga kelangsungan operasional bisnis..












