Keamanan siber rumah siber menjadi kebutuhan vital di tengah meningkatkan kasus serangan yang semakin canggih dan kompleks. Menurut laporan dari platform keamanan kesehatan Kres, sekitar 89 persen rumah sakit menjadi target ransomware pada 2024 dengan rata-rata downtime mencapai 21 hari setelah terjadi serangan.
Penelitian World Journal of Advanced Engineering Technology and Science menunjukkan bahwa institusi kesehatan di Indonesia memiliki probabilitas hingga 38 persen menjadi korban serangan ransomware setiap tahunnya. Hal ini tentu berdampak langsung pada operasional dan pelayanan pasien.
.
Apakah Penting Menjaga Keamanan Siber Rumah Sakit?
Menjaga keamanan siber kini bukan lagi sekadar kebutuhan IT, melainkan bagian dari keselamatan pasien. Gangguan pada sistem rumah sakit akibat serangan siber dapat berdampak langsung pada keterlambatan diagnosis, terganggunya layanan, hingga risiko kesalahan medis.
Selain itu, rumah sakit juga menyimpan data sensitif dalam jumlah besar, mulai dari identitas pasien hingga riwayat medis. Kebocoran data sensitif tidak hanya merugikan pasien, tetapi juga berisiko menimbulkan sanksi hukum dan merusak reputasi institusi. Untuk itu, pendekatan keamanan siber harus mencakup perlindungan menyeluruh dari perangkat hingga akses pengguna.
.
Apa Saja Ancaman Siber yang Perlu Diwaspadai Rumah Sakit di Indonesia?

Dibutukan sistem keamanan yang dapat mendeteksi dan merespons ancaman secara real-time, mengingat serangan dapat menyebar dengan cepat dan berdampak luas. Rumah sakit di Indonesia menghadapi berbagai jenis ancaman siber yang semakin canggih dan sulit dideteksi, di antaranya:
.
Baca Juga: Mengapa Data Center Menjadi Kunci dalam Digitalisasi Rumah Sakit?
.
Tingkatkan Keamanan Siber Rumah Sakit dengan NAC & SASE
Untuk meningkatkan keamanan siber rumah sakit diperlukan pendekatan keamanan modern seperti Network Access Control (NAC) dan Secure Access Service Edge (SASE). Kombinasi kedua pendekatan ini menjadi fondasi penting sehingga ekosistem rumah sakit yang kompleks memiliki visibilitas penuh terhadap seluruh perangkat, sekaligus memastikan akses aman dari dalam dan luar jaringan.
Network Access Control sebagai Sistem Imun untuk Rumah Sakit
Bagi sistem rumah sakit, NAC berfungsi sebagai sistem imun yang otomatis mengidentifikasi, memverifikasi, dan mengontrol setiap perangkat yang terhubung ke jaringan. Dengan kemampuan full-visibility, tim IT dapat memantau seluruh perangkat medis dan non-medis secara real-time.
Selain itu, fitur automated clinical segmentation memastikan perangkat kritis seperti alat ICU tidak terhubung dengan jaringan umum, sehingga mencegah penyebaran malware. Pendekatan ini juga mendukung zero trust, di mana setiap akses diverifikasi berdasarkan identity, kondisi perangkat, dan lokasi untuk meminimalkan risiko akun yang dikompromikan secara signifikan.
SASE untuk Mendukung Telemedicine
SASE dapat menyediakan koneksi terenkripsi yang membantu tim medis mengakses sistem seperti EMR dari mana saja tanpa mengorbankan keamanan. Kemampuan ini dapat mengakomodir layanan telemedicine, di mana kebutuhan akses jarak jauh yang aman menjadi semakin penting.
SASE juga dapat memastikan performa aplikasi klinis tetap optimal, sehingga konsultasi jarak jauh dapat berjalan lancar tanpa atensi yang mengganggu proses medis.
Kombinasi NAC dan SASE dapat melindungi data pasien sekaligus fleksibilitas layanan kesehatan di rumah sakit modern. HPE Aruba Networking menghadirkan solusi yang mengombinasikan NAC dan SASE yang dirancang khusus untuk menghadapi kompleksitas lingkungan rumah sakit dengan ribuan perangkat dan kebutuhan akses real-time.
.
Bagaimana HPE Aruba Network NAC & SASE Menjaga Keamanan Siber di Rumah Sakit?
HPE Aruba Networking dengan full visibility memungkinkan seluruh perangkat IoT medis hingga perangkat pribadi tenaga medis dapat teridentifikasi dan di-monitor dalam satu dashboard terpusat. Hal ini dapat menghilangkan blind spot yang kerap menjadi titik masuk serangan.
Fitur automated segmentation memastikan setiap perangkat berada dalam jaringan yang sesuai, sehingga perangkat kritis tetap terisolasi dan aman. Sementara itu, real-time threat detection & response memungkinkan sistem mendeteksi aktivitas mencurigakan dan langsung mengisolasi ancaman sebelum menyebar.
Untuk mendukung telemedicine, HPE Aruba Networking menghadirkan secure remote access berbasis SASE, memungkinkan dokter mengakses data pasien secara aman dari luar rumah sakit. Ditambah dengan prioritization untuk aplikasi klinis, sistem memastikan layanan penting tetap stabil tanpa gangguan.
Semua ini dikelola melalui unified security management, sehingga tim IT dapat mengontrol kebijakan keamanan, me-monitor dan merespons insiden dengan lebih cepat dan efisien. Solusi ini juga mendukung compliance-ready framework yang membantu rumah sakit memenuhi regulasi seperti HIPAA, GDPR, hingga UU PDP di Indonesia.
.
Tingkatkan Keamanan Siber Rumah Sakit dengan HPE Aruba Hanya di Helios
Keamanan siber rumah sakit telah menjadi prioritas utama, karena celah tidak terlihat berpotensi menjadi ancaman besar bagi layanan dan keselamatan pasien. Mulai lindungi sistem rumah sakit Anda sekarang dengan solusi NAC dan SASE terintegrasi dari HPE Aruba Networking hanya di Helios.
Sebagai bagian dari CTI Group, Helios memastikan rumah sakit mampu menjamin ketersediaan sistem kritis selama 24/7 dan mematuhi standar regulasi terkait keamanan data. Hubungi tim Helios sekarang untuk mencegah downtime akibat serangan siber dan mulai kelola keamanan siber rumah sakit Anda.











