Menambah kapasitas memory tidak selalu mudah. Jumlah slot RAM pada server terbatas, sementara kebutuhan memory terus bertambah ketika perusahaan menjalankan lebih banyak VM dalam satu server. Saat kapasitas DRAM sudah penuh, perusahaan harus melakukan upgrade hardware atau menambah server baru. Keduanya tentu membutuhkan biaya tambahan.
Padahal, tidak semua data membutuhkan kecepatan DRAM. Data yang jarang digunakan bisa ditempatkan di NVMe, sementara data yang sering digunakan tetap berada di DRAM. Inilah yang dilakukan memory tiering. Dengan membagi data sesuai tingkat penggunaannya, kapasitas memory bisa dimanfaatkan lebih optimal tanpa harus selalu menambah RAM fisik.
.
——
Key Takeaways
——
.
Inflasi Biaya Server dan Keterbatasan Supply Secara Global
Kebutuhan server dengan kapasitas yang lebih besar membuat perusahaan harus semakin cermat dalam mengelola biaya infrastruktur. Saat jumlah VM yang dijalankan dalam satu server bertambah, kebutuhan memory ikut meningkat. Masalahnya, kapasitas DRAM memiliki batas fisik. Ketika slot DIMM sudah penuh, perusahaan tidak bisa lagi menambah RAM dengan mudah.
Pilihan yang tersedia biasanya adalah melakukan upgrade hardware atau menambah server baru. Jika kebutuhan memory terus bertambah, biaya yang dikeluarkan pun bisa semakin besar. Karena itu, perusahaan membutuhkan cara untuk memaksimalkan memory yang sudah tersedia, tanpa selalu bergantung pada penambahan DRAM.
.
Bagaimana Memory Tiering Menurunkan Beban Cost Memory dan Server?
Tidak semua data yang ada di memory membutuhkan kecepatan yang sama. Data yang sering digunakan membutuhkan akses cepat dan tetap ditempatkan di DRAM. Sementara itu, data yang jarang digunakan masih perlu tersedia, tetapi dapat ditempatkan di NVMe.
Memory tiering memanfaatkan perbedaan tersebut dengan membagi data sesuai tingkat penggunaannya. Data aktif tetap berada di DRAM, sedangkan data yang lebih jarang diakses dapat dipindahkan ke NVMe.
Dengan cara ini, kapasitas DRAM dapat digunakan untuk data yang benar-benar membutuhkannya. Perusahaan juga bisa mendapatkan kapasitas memory tambahan tanpa harus langsung menambah physical RAM.
Resource Memory Dikelola Sesuai Kebutuhan Workload
Setiap workload memiliki kebutuhan memory yang berbeda. Karena itu, memory tiering dapat diterapkan hanya pada workload yang memang sesuai.
Workload seperti batch processing, archive VM, serta development dan testing environment dapat memanfaatkan NVMe sebagai tier tambahan. Sementara itu, workload yang membutuhkan performa tinggi, seperti database produksi dan aplikasi real-time, dapat tetap menggunakan DRAM.
Scaling Lebih Fleksibel Tanpa Menambah DRAM
Keterbatasan kapasitas DRAM dapat menjadi hambatan ketika perusahaan ingin menjalankan lebih banyak VM dalam satu host.
NVMe memory tiering memberikan alternatif dengan menjadikan NVMe sebagai tier tambahan. Dengan rasio DRAM-to-NVMe 1:1 yang direkomendasikan, Sangfor Memory Tiering dapat secara efektif menggandakan kapasitas memory yang tersedia untuk VM.
.
Sangfor Hadirkan Memory Tiering di HCI 6.11.3
Untuk menjawab kebutuhan kapasitas memory yang lebih besar dan efisien, Sangfor menghadirkan fitur Memory Tiering pada Sangfor HCI 6.11.3. Teknologi ini menggabungkan DRAM sebagai Tier 0 dengan NVMe SSD berkecepatan tinggi sebagai Tier 1 dalam satu memory pool. Dengan teknologi ini, NVMe tidak hanya digunakan untuk menyimpan data, tetapi juga dapat membantu menyediakan kapasitas memory tambahan secara lebih efisien.
Memory Tiering bekerja dengan memantau penggunaan memory secara otomatis. Sistem akan membedakan data yang sering digunakan (hot data) dan data yang jarang digunakan (cold data).
Data yang sering diakses akan tetap disimpan di DRAM agar dapat diproses dengan cepat. Sementara itu, data yang jarang digunakan dapat dipindahkan ke NVMe. Seluruh proses tersebut berjalan secara otomatis dan transparan. Artinya, pengguna tidak perlu melakukan perubahan pada guest Operating System (OS) maupun aplikasi yang sedang berjalan.
.

.
Mengapa Memory Tiering dengan Sangfor Menguntungkan?
1. Mengurangi Biaya Ekspansi Memory
Memanfaatkan NVMe sebagai memory tier tambahan, perusahaan dapat mengurangi kebutuhan penambahan physical RAM dan menekan biaya ekspansi hingga 98%.
2. Kapasitas Memory Efektif hingga 2 Kali Lipat
Dengan rasio DRAM-to-NVMe 1:1, Sangfor Memory Tiering dapat meningkatkan kapasitas memory efektif hingga dua kali lipat sehingga lebih banyak VM dapat dijalankan dalam satu host.
3. Menjaga Performa Workload
Data yang sering digunakan tetap berada di DRAM, sementara data yang jarang digunakan dapat dipindahkan ke NVMe sehingga performa workload tetap terjaga.
4. Fleksibel Sesuai Kebutuhan VM
Administrator dapat memilih VM yang menggunakan Memory Tiering, sehingga fitur ini dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing workload.
.
Fitur-Fitur Unggulan Sangfor Memory Tiering
Sangfor Memory Tiering dilengkapi beberapa fitur untuk membantu pengelolaan memory secara lebih efisien.
1. Unified Memory Pool
DRAM dan NVMe SSD digabungkan dalam satu memory pool untuk meningkatkan kapasitas memory yang dapat digunakan VM.
2. Intelligent Data Tracking
Sistem memantau penggunaan memory untuk mengetahui data yang aktif dan jarang digunakan, sehingga penempatan data dapat disesuaikan.
3. Automatic Hot/Cold Data Tiering
Hot data tetap berada di DRAM, sedangkan cold data dapat dipindahkan ke NVMe secara otomatis untuk menghemat penggunaan DRAM.
4. Virtual Machine Level Control
Administrator dapat memilih VM tertentu untuk menggunakan atau tidak menggunakan memory tiering sesuai kebutuhan workload.
5. Transparent Migration
Perpindahan data antara DRAM dan NVMe berlangsung otomatis tanpa perlu mengubah guest OS maupun aplikasi yang sedang berjalan.
.
Baca Juga: Apa itu Virtual Desktop Infrastructure dan 5 Manfaatnya untuk Bisnis
.
Saatnya Mengoptimalkan Kapasitas Memory Tanpa Menambah Beban Infrastruktur
Sangfor Memory Tiering membantu perusahaan mengoptimalkan resource melalui automatic hot/cold data tiering, unified memory pool, kontrol pada level VM, dan transparent migration. Teknologi ini dapat mengurangi biaya ekspansi memory hingga 98%, meningkatkan kapasitas memory efektif hingga dua kali lipat, serta menjaga penurunan performa di bawah 10% untuk workload yang didukung.
Bagi perusahaan yang menggunakan lingkungan virtualisasi dan mulai menghadapi keterbatasan kapasitas DRAM, memory tiering dapat menjadi solusi untuk meningkatkan utilisasi resource tanpa harus langsung menambah physical RAM atau melakukan ekspansi hardware.
Sebagai authorized distributor Sangfor, Helios Informatika Nusantara (part of CTI Group), siap membantu perusahaan menemukan solusi yang sesuai dengan kebutuhan infrastruktur dan virtualisasi. Hubungi kami untuk mengetahui bagaimana Sangfor Memory Tiering dapat membantu mengoptimalkan kapasitas memory dan mengurangi biaya infrastruktur.
.











