Dalam struktur bisnis holding company, pengelolaan keamanan siber menjadi semakin kompleks karena perusahaan harus mengawasi banyak entitas dengan infrastruktur IT, aplikasi, vendor, dan tingkat kesiapan keamanan yang berbeda-beda. Ketika setiap anak perusahaan memiliki sistem dan proses keamanan masing-masing, perusahaan induk dapat kehilangan gambaran menyeluruh mengenai kondisi security posture di seluruh grup.
Tantangan ini semakin besar karena lanskap ancaman siber terus berkembang. IBM Cost of a Data Breach Report 2024 mencatat rata-rata biaya akibat pelanggaran data secara global mencapai US$4,88 juta, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, laporan Verizon Data Breach Investigations Report (DBIR) 2025 menunjukkan bahwa eksploitasi kerentanan masih menjadi salah satu jalur utama yang digunakan attacker untuk mendapatkan akses ke lingkungan perusahaan. Kondisi ini menunjukkan bahwa perusahaan membutuhkan pendekatan monitoring keamanan yang berjalan secara berkelanjutan, bukan hanya evaluasi keamanan pada periode tertentu.
Bagi holding company, keamanan siber bukan hanya tentang mengetahui apakah sistem saat ini aman, tetapi bagaimana memastikan seluruh entitas dalam grup tetap memiliki tingkat keamanan yang terpantau dan dapat dikendalikan secara konsisten.
Key Takeaways:
• Assessment keamanan berkala tidak cukup untuk holding company karena perubahan risiko, aset digital, dan ancaman siber dapat terjadi kapan saja tanpa menunggu jadwal audit berikutnya.
.
.
Mengapa Visibilitas Kerap menjadi Masalah bagi Perusahaan Holding?
Tantangan visibilitas di holding company umumnya muncul karena kompleksitas struktur dalam model bisnis multi-entitas. Dengan struktur bisnis yang kompleks di mana ada banyak anak perusahaan, lokasi operasional, aplikasi, serta infrastruktur digital yang berbeda, muncul beberapa tantangan utama seperti.
1. Tidak Ada Gambaran Terpusat Mengenai Security Posture
Setiap anak perusahaan dapat memiliki tingkat keamanan berbeda. Induk perusahaan sering kali hanya mendapatkan laporan berdasarkan assessment atau audit tertentu, sehingga sulit mengetahui kondisi keamanan terkini secara real-time.
2. Blind Spot pada Aset Digital
Pertumbuhan digital membuat jumlah aset semakin sulit dikendalikan. Aset cloud, domain, aplikasi, perangkat, maupun koneksi pihak ketiga dapat berubah sewaktu-waktu sehingga berpotensi menciptakan celah keamanan yang tidak diketahui.
3. Risiko Berubah Lebih Cepat dari Siklus Assessment
Assessment keamanan tahunan memberikan gambaran kondisi pada satu waktu tertentu. Namun, perubahan konfigurasi, munculnya vulnerability baru, maupun perubahan vendor dapat terjadi kapan saja setelah assessment selesai dilakukan.
4. Kesulitan Menentukan Prioritas Risiko
Tidak semua risiko memiliki dampak yang sama terhadap bisnis. Tanpa pemetaan risiko yang jelas, tim keamanan dapat menghabiskan waktu menangani banyak temuan tanpa mengetahui mana yang memiliki dampak terbesar terhadap operasional.
Bagi holding company, pendekatan keamanan yang hanya mengandalkan assessment berkala dapat menciptakan jeda waktu antara munculnya risiko dan tindakan mitigasi.
.
Baca Juga: Memahami Vendor Risk Management Services: Definisi, Strategi Implementasi, hingga Best Practice
.
Bagaimana Continuous Cyber Security Monitoring Mengatasi Masalah Visibilitas?
Continuous cyber security monitoring memberikan pendekatan berbeda dengan melakukan pemantauan security posture secara berkelanjutan. Alih-alih menunggu laporan assessment berikutnya, perusahaan dapat memperoleh informasi mengenai perubahan risiko, aset baru, maupun potensi ancaman secara lebih cepat. Berikut perbedaan antara continuous monitoring dengan assessment berkala.
Aspek | Assessment Berkala | Continuous Monitoring |
Frekuensi pemantauan | Dilakukan pada periode tertentu | Berjalan secara berkelanjutan |
Kondisi yang dipantau | Memberikan gambaran kondisi pada satu waktu | Insight terhadap perubahan risiko secara real-time |
Deteksi perubahan risiko | Risiko baru terdeteksi setelah assessment berikutnya | Perubahan risiko dapat diketahui lebih cepat |
Standar penilaian | Fokus pada hasil audit | Fokus pada pemantauan dan mitigasi |
Visibilitas anak perusahaan | Sulit memberikan visibilitas seluruh entitas | Monitoring terpusat antar entitas |
Respons terhadap ancaman baru | Menunggu siklus assessment berikutnya | Dapat direspons segera setelah terdeteksi |
.
.
.
SecurityScorecard sebagai Solusi Continuous Cyber Security Monitoring
SecurityScorecard membantu holding company mendapatkan visibilitas keamanan secara menyeluruh melalui satu platform yang dapat memantau security posture seluruh entitas. Dengan pendekatan berbasis cybersecurity rating dan continuous monitoring, SecurityScorecard membantu perusahaan memahami tingkat risiko setiap entitas, menentukan prioritas remediation, serta memberikan laporan keamanan yang mudah dipahami oleh manajemen.
Untuk holding company, SecurityScorecard menjawab tantangan visibilitas terkait gambaran akurat dan real-time tentang tingkat risiko keamanan setiap anak perusahaan, tanpa memerlukan upaya manual yang memakan waktu atau ketergantungan pada laporan oleh semua entitas. Berikut fitur-fitur unggulan SecurityScorecard.
Continuous Visibility & Discovery
SecurityScorecard membantu holding company memantau seluruh anak perusahaan secara berkelanjutan dari satu platform. Platform ini membantu holding company mendapatkan visibilitas menyeluruh terhadap seluruh entitas, termasuk menemukan aset digital maupun hubungan antar entitas yang sebelumnya tidak teridentifikasi sehingga perusahaan dapat mengurangi blind spot dalam pengelolaan risiko.
Monitoring berlangsung tanpa memerlukan instalasi agent atau akses internal ke infrastruktur anak perusahaan. SecurityScorecard bekerja melalui pemantauan eksternal yang tidak invasif, menjaga efisiensi operasional, mengurangi blind spot aset digital, menjaga efisiensi operasional, sekaligus monitoring security posture secara berkelanjutan.
AI-Accelerated Assessments untuk Assessment Lebih Cepat
Proses evaluasi keamanan untuk puluhan hingga ratusan entitas dalam satu grup dapat dipercepat melalui otomatisasi dan analisis berbasis AI. Hal ini membantu tim security mengurangi proses manual, mempercepat identifikasi risiko, dan fokus pada langkah mitigasi yang lebih strategis.
Bagi tim keamanan yang harus mengelola oversight atas banyak entitas dengan sumber daya terbatas, hal ini dapat menghemat waktu assessment, mempercepat evaluasi risiko, sekaligus meningkatkan efisiensi.
Active Threat Response untuk Deteksi dan Respons Risiko Secara Proaktif
SecurityScorecard membantu perusahaan memahami perubahan risiko dan indikasi ancaman lebih awal. Dengan informasi tersebut, perusahaan dapat mengambil tindakan sebelum risiko berkembang menjadi insiden yang berdampak luas.
Kemampuan ini sangat kritis sehingga holding company dapat mengidentifikasi ancaman lebih cepat, merespons risiko lebih proaktif, hingga mengurangi risiko dampak insiden secara lebih cepat.
Strategic Risk Quantification untuk Prioritas Risiko Berdasarkan Dampak Bisnis
Salah satu tantangan terbesar mengelola keamanan di tingkat holding adalah menerjemahkan temuan teknis ke bahasa yang relevan bagi pengambil keputusan bisnis. Mengingat tidak semua vulnerability memiliki tingkat urgensi yang sama.
SecurityScorecard membantu menghubungkan temuan teknis dengan potensi dampak bisnis sehingga manajemen dapat menentukan prioritas perbaikan berdasarkan risiko terbesar. Dengan begitu, kemampuan ini dapat mendukung keputusan berbasis data, memudahkan komunikasi risiko kepada manajemen, hingga mengoptimalkan penggunaan resource security.
Policy-Driven Prioritization: Fokus pada RIsiko Paling Kritis
SecurityScorecard membantu perusahaan menentukan prioritas berdasarkan konteks bisnis seperti tingkat kritikalitas layanan dan sensitivitas data. Dengan demikian, tim dapat fokus memperbaiki risiko yang memberikan dampak terbesar.
Hasilnya, tim keamanan dapat memastikan remediation lebih terarah, mengurangi risiko prioritas tinggi, hingga meningkatkan efektivitas strategi keamanan.
Trust Center Transparency untuk Meningkatkan Transparansi Keamanan
Trust Center membantu perusahaan membagikan informasi terkait kontrol keamanan kepada stakeholder maupun mitra bisnis melalui satu sumber informasi yang selalu diperbarui. Dengan begitu, holding company dapat memastikan informasi yang dibagikan telah diverifikasi untuk meningkatkan kepercayaan stakeholder, mempercepat proses evaluasi keamanan, sekaligus mendukung kolaborasi bisnis yang lebih transparan.
.
Baca Juga: Jangan Sampai Terlambat! Ini Langkah Penting Tingkatkan IT Security Score Anda
.
Konsultasikan Kebutuhan Security Monitoring Bisnis Anda Bersama Helios
Tantangan visibilitas keamanan di holding company akan terus mengalami compounding seiring perkembangan bisnis, sehingga dibutuhkan mekanisme sistematis yang memberikan visibiilitas berkelanjutan.
SecurityScorecard menyediakan platform untuk membantu holding company mendapatkan visibilitas terpusat secara real-time, standarisasi penilaian risiko konsisten di seluruh entitas, hingga kemampuan kepatuhan terhadap regulasi.
Helios Informatika Nusantara, bagian dari CTI Group, merupakan authorized distributor SecurityScorecard yang siap membantu Anda memastikan visibilitas keamanan secara komprehensif. Tim profesional akan membantu Anda mulai dari tahap konsultasi, perencanaan jaringan, hingga implementasi sesuai kebutuhan bisnis.
Hubungi tim Helios sekarang dan temukan solusi continuous security monitoring yang tepat untuk bisnis Anda.












